Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan mikroprosesor berbasis di Amerika Serikat (AS), Intel, dan Badan Bantuan Pembangunan Internasional AS (USAID) berkerjasama untuk melatih penggunaan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) di bidang pendidikan senilai 1,5 juta dolar AS untuk sekira 15.000 hingga 20.000 guru di Indonesia. "Kerjasama ini menggabungkan jaringan luas USAID dan pengalamannya dalam mengembangkan kemampuan masyarakat dengan kepemimpinan teknologi Intel, dan hubungan yang baik dengan industri-industri lokal di negara-negara berkembang," kata Wakil Presiden Intel World Ahead, John Davies, dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin. Kedua organisasi tersebut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan penggunaan TIK di bidang pendidikan Indonesia dalam jangka waktu tiga tahun. Dengan kolaborasi senilai 1,5 juta dolar AS, kedua organisasi itu bertujuan untuk mengembangkan program "Intel Teach" di Indonesia. "Intel Teach" akan dijalankan pada September 2007 dengan memberikan pelatihan kepada 15.000 hingga 20.000 guru di Indonesia sampai dengan 2010. "USAID percaya bahwa keuntungan-keuntungan jangka panjang dan terus-menerus dari informasi dan teknologi komunikasi akan selalu ada untuk negara-negara berkembang di seluruh dunia," kata Mission Director USAID Indonesia, William M. Frej. "Intel Teach" merupakan program pengembangan profesional terbesar di dunia yang akan memberikan pengetahuan bagi guru-guru dengan cara membantu mereka menggunakan perlengkapan dan sumber daya teknologi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Sejak 1999, "Intel Teach" telah melatih lebih dari empat juta guru di lebih dari 40 negara. Program Desentralisasi Pendidikan Dasar (DBE) USAID-Indonesia mempromosikan program pengajaran, pelatihan, dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dasar dan merupakan program sejenis yang terbaik untuk Intel Teach. Program DBE dari USAID merupakan program inisiatif enam tahun bernilai 157 juta dolar AS yang mendukung usaha Indonesia dalam memperkuat manajemen, kualitas, dan relevansi dunia pendidikan guna membentuk pemimpin Indonesia generasi mendatang yang handal. (*)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007