Anggota panitia diksar Mapala UII akui lakukan kekerasan

Anggota panitia diksar Mapala UII akui lakukan kekerasan

Panitia Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) "The Great Camping (TGC) Mapala Unisi UII Yogyakarta memasuki ruangan untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polresta Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (31/1/2017). Sebelumnya polisi telah menangkap dua tersangka yaitu AS dan W yang diduga melakukan tindak kekerasan hingga mengakibatkan kematian tiga mahasiswa UII, Syaits Asyam, Muhammad Fadli, dan Ilham Nurfadmi Listia Adi, setelah mengikuti Diklatsar Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) di Tawangmangu, Karanganyar. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Karanganyar (ANTARA News) - Dua anggota panitia pendidikan dasar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengaku telah melakukan kekerasan dalam kegiatan itu yang menyebabkan tiga mahasiswa meninggal dunia.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjutak di Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis mengatakan, dari hasil pemeriksaan kedua tersangka sebagai panitia kegiatan diksar mengakui ada tindak kekerasan terhadap peserta Diksar Mapala.

"Saya apresiasi kedua pelaku mengakui perbuatannya melakukan tindak kekerasan itu," katanya.

Menurut dia, kepolisian sudah menyediakan penasihat hukum untuk mendampingi dua tersangka dari total 44 anggota kepanitiaan Diksar Mapala UII yang digelar di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar itu.

Polisi telah menetapkan dua tersangka dugaan tindak kekerasan tersebut yakni Wahyudi (27) dan Angga (25) yang kini ditahan di Polres Karanganyar.

Kapolres menambahkan bahwa mengenai kemungkinan ada tersangka lain, itu masih menunggu hasil kajian keterangan dari 18 saksi dari pihak kepanitiaan dan dua saksi korban yang masih dirawat di RS Bethesda dan Sarjito Yogyakarta.

Penyidik sedang mengkaji peran masing-masing dalam kepanitiaan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari pelaksanaan diksar. Tindak kekerasan dapat diketahui apakah murni dilakukan kedua oknum kepanitiaan itu atau secara sistematis.

"Jika ada tersangka lain, dapat dikenai pasal penganiayaan atau pasal pembiaran. Hal ini, perlu dikaji," katanya.

Tim Penyidik Polres Karanganyar berencana memeriksa 26 saksi dari 44 orang yang terlibat kepanitiaan dan saksi peserta yang mengikuti kegiatan Diksar Mapala.

Mahasiswa peserta Diksar Mapala sudah mendapatkan jaminan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Korban dan Saksi (LPKS), sehingga mereka segera dimintai keterangannya karena identitas sudah terjamin.

Dokter Kepolisian (Dokpol) Polres Karanganyar, Dyah Laksmi, mengatakan, kedua tersangka sebelum diperiksa oleh penyidik sempat sakit batuk dan flu tetapi sudah mendapatkan pengobatan. Kondisi kesehatan mereka sudah membaik.

Menurut Dyah, kedua pelaku setelah diperiksa oleh tim dokter langsung dikembalikan ke ruang tahanan. Keduanya juga diberikan vitamin agar daya tahan tubuhnya meningkat.

Kedua pelaku secara psikologis tidak tertekan, tetapi dari hasil konsultasi dan cara berbicara tersangka kelihatan rasa penyesalan melakukan tindakan itu.

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar