Warga Kudus mulai mengungsi akibat banjir

Warga Kudus mulai mengungsi akibat banjir

Warga beraktivitas di teras rumah yang terendam banjir di Dusun Tanggulangin, Jati Wetan, Kudus, Jawa Tengah, Senin (6/2/2017). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Kudus (ANTARA News) - Sejumlah warga Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai mengungsi menyusul pemukiman mereka tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi di daerah setempat, Kamis.

Desa yang tergenang banjir, di antaranya di Desa Tanjung Karang dan Desa Jati Wetan, dan Jetis Kapuan Kecamatan Jati, Kudus, dengan ketinggian genangan bervariasi.

Akibat banjir tersebut, sejumlah warga lalu lalang untuk mengungsi dan sebagian masih bertahan di rumah sambil menyelamatkan perabot rumahnya agar tidak terendam banjir.

Elisabet, warga Desa Tanjung Karang di Kudus, Kamis, mengakui, dirinya terpaksa mengungsi sejak Kamis (9/2) pukul 02.00 WIB setelah rumahnya tergenang banjir akibat curah hujan tinggi.

Ketinggian genangan banjir di dalam rumahnya, kata dia, mencapai 30-an sentimeter (cm), sedangkan di jalan perkampungan bisa mencapai 40-an cm.

Untuk sementara, dia bersama keluarganya mengungsi ke rumah saudaranya yang ada di Desa Jepang Pakis, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Ina Kurniati yang bertetangga dengan Elisabet juga mengungsi, meskipun banjir tidak sampai masuk rumahnya, mengingat pondasi rumahnya sudah ditinggikan.

"Hanya saja, jalan perkampungan tergenang banjir. Demi menjaga kesehatan anaknya yang masih kecil, terpaksa mengungsi ke rumah saudara di Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus," ujarnya.

Jumlah rumah tetangganya yang terendam, katanya, cukup banyak, namun sejak Kamis (9/2) dini hari mulai mengungsi ke sanak keluarganya.

Ketua Rukun Warga 7 Desa Tanjung Karang Wibowo memperkirakan, jumlah warganya mencapai 210 keluarga.

Dari jumlah tersebut, kata dia, memang ada yang tidak mengungsi, terutama yang rumahnya sudah direnovasi dengan pondasi yang lebih tinggi.

"Kami masih mendata jumlah warga yang mengungsi, termasuk yang membutuhkan tempat pengungsian karena akan disediakan tempat pengungsian di balai desa," ujarnya.

Selain menggenangi pemukiman penduduk, banjir juga menggenangi beberapa sekolah, seperti SD 3 Jati Wetan serta MI NU Basyirul Anam.

Akibatnya, siswa diliburkan meskipun ada beberapa siswa yang masih masuk ke sekolah.

Camat Jati Andreas Wahyu Adi menambahkan, jumlah desa di Kecamatan Jati yang dilanda banjir ada tiga desa, yakni Desa Tanjung Karang, Desa Jati Wetan dan Jetis Kapuan.

Untuk jumlah rumah warga yang tergenang banjir, katanya, masih diidentifikasi, sekaligus mendata mereka yang membutuhkan tempat pengungsian.

Ia mengatakan, tempat pengungsian yang hendak disiapkan, untuk sementara di balai desa masing-masing karena tidak terkena dampak banjir.

Adapun penyebab banjir, kata dia, karena curah hujan tinggi serta kiriman air dari wilayah tetangga desa yang masuk ke Desa Tanjung Karang dan sekitarnya yang memang berada di daerah yang rendah.

"Warga hanya bisa berharap, debit Sungai Wulan turun, sehingga air bisa dibuang ke sungai tersebut menggunakan pompa air yang berada di Desa Jati Wetan," ujarnya.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Bantuan pangan dan ikan segar untuk warga terdampak 2 musibah di Kotim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar