counter

Cegah diabetes, batasi konsumsi gula 4 sendok makan sehari

Cegah diabetes, batasi konsumsi gula 4 sendok makan sehari

Hari Jantung Se-Dunia 2015 Anak-anak menunjukkan poster bertema kesehatan jantung saat peringatan Hari Jantung Se-Dunia 2015 yang diadakan oleh Yayasan Jantung Indonesia di, Jakarta, Minggu (27/9). Peringatan tersebut mengangkat tema "Jantung Sehat untuk Semua", bertujuan mencegah kecenderungan penyakit Kardiovaskular (jantung) yang mulai terjadi di usia lebih muda dibandingkan waktu sebelumnya. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma) ()

Jakarta (ANTARA News) - Ahli kesehatan mengingatkan menerapkan gaya hidup sehat menjadi faktor terbesar pencegahan munculnya diabetes.

"Orang terkena diabetes antara lain karena gaya hidup. Konsumsi makanan tak sehat (tinggi kalori, tinggi lemak dan tinggi gula), ditambah kurang aktivitas fisik," ujar Spesialis penyakit dalam dari RS Siloam Jakarta, dr Mulyani Anny Suryani Gultom di Jakarta, Kamis.

Dalam sehari, tubuh hanya membutuhkan asupan gula hanya 50 gram atau setara empat sendok makan saja. Jumlah ini setara konsumsi dua gelas teh manis atau dua kali konsumsi cookies per harinya.

"Segelas teh manis mengandung 2 sendok makan gula, minuman kemasan 2,5 sendok makan gula, lalu kue mengandung cokelat 2 sendok makan gula. Sementara asupan gula per harinya 50 gram atau 4 sendok makan per hari," kata dia.

Mulyani mengatakan, konsumsi 1-2 sajian minuman gula per harinya saja berhubungan dengan sejumlah penyakit degeneratif yakni diabetes tipe dua (26 persen), penyakit jantung (35 persen) dan stroke (16 persen).

"Diabetes sendiri banyak mengakibatkan komplikasi. Kalau terkena mata bisa menyebabkan pendarahan mata sehingga mengakibatkan kebutaan, katarak lebih cepat dibanding orang yang tidak menderita diabetes, penyakit glukoma," tutur dia.

"Lalu penyakit jantung, kerusakan organ ginjal (gagal ginjal), kalau menyerang organ persarafan bisa memunculkan gejala khas seperti kebas-kebas, kesemutan dan mudah kram," sambung Mulyani.

Laris berjualan di rest area eks pabrik gula Banjaratma

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar