Karina Salim harus hadapi trauma saat syuting "Salawaku"

Karina Salim harus hadapi trauma saat syuting "Salawaku"

Pemeran utama wanita dalam film "Salawaku", Karina Salim. (ANTARA News/ Arindra Meodia)

Ada scene di mana aku harus menginjakkan kaki di dasar laut. Aku pernah punya trauma yang lumayan besar, kalau menginjak sesuatu yang seperti jelly
Jakarta (ANTARA News) - Aktris Karina Salim harus melawan traumanya saat pengambilan gambar film "Salawaku" di Seram Bagian Barat, Maluku.

"Ada scene di mana aku harus menginjakkan kaki di dasar laut. Aku pernah punya trauma yang lumayan besar, kalau menginjak sesuatu yang seperti jelly," kata dia, di Jakarta, Jumat.

"Itu aku sampai nangis karena itu mengerikan buat diri aku sendiri, tapi aku berhasil bisa melewati itu, tapi enggak mau lagi sih," sambung dia.

Menjalani syuting selama dua hingga tiga minggu di Ambon, keindahan alam Indonesia Timur membuat Karina betah berada di sana.

"Pemandangannya bagus banget, aku memang belum pernah punya kesempatan untuk travelling ke Indonesia secara menyeluruh, jadi pas aku ke sana langsung mengerti kenapa traveller Indonesia suka banget ke Indonesia Timur," ujar Karina.

"Tapi memang kendalanya panas, apalagi kita syutingnya 95 persen outdoor," lanjut dia.

(Baca juga: "Salawaku" jadi film Indonesia pertama yang didukung Bekraf)

Bintang film "What They Don't Talk About When They Talk About Love" (2013), "Pintu Harmonika" (2013), dan "Durable Love" (2012) itu juga menyukai makanan khas Ambon, Papeda.

"Dulu pas pertama kali melihat kayaknya aneh banget bentuknya, tapi pas dicoba benar enak, dan baru pertama kali merasakan makan ikan yang mancing di depan mata terus dibakar, ternyata rasanya memang beda banget," kata Karina.

"Aku pulang dari Ambon banyak perubahan. Kalau ke alam terbuka seperti ditempa gitu, jadi lebih menghargai alam," tambah dia.

(Baca juga: Alasan "Salawaku" baru akan tayang 23 Februari)

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar