Ratusan warga Kudus mengungsi akibat banjir

Ratusan warga Kudus mengungsi akibat banjir

Warga korban banjir berada di tempat pengungsian di Balai Desa Jati Wetan, Kudus, Jawa Tengah, Senin (13/2/2017). Pengungsi banjir di Kudus terus bertambah dengan jumlah total sementara 618 jiwa dari 204 kepala keluarga asal empat kecamatan. Banjir di wilayah itu disebabkan tingginya intensitas hujan dan terhambatnya aliran Sungai Juwana dan Jratun. (ANTARA /Yusuf Nugroho)

Kudus (ANTARA News) - Ratusan warga dari dua kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai mengungsi akibat banjir yang melanda daerah setempat.

Korban banjir yang mengungsi, di antaranya berasal dari Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati dan Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan.

Lokasi penampungan warga Desa Jati Wetan, yakni di Balai Desa Jati Wetan yang menampung 212 orang, sedangkan warga Desa Karangrowo di gedung pertemuan desa setempat yang menampung 206 orang.

Nur Khayati, salah satu pengungsi asal Desa Jati Wetan yang mengungsi di Balai Desa Jati Wetan di Kudus, Minggu, mengakui, terpaksa mengungsi sejak Sabtu (11/2) karena air banjir mulai masuk rumah dengan ketinggian hingga 25 sentimeter, sedangkan di halaman bisa mencapai sepinggang orang dewasa.

Padahal, lanjut dia, rumahnya sudah ditinggikan, namun masih kebanjiran.

Fidoh, pengungsi lainnya mengungkapkan, rumahnya juga mulai digenangi banjir setinggi mata kaki.

"Karena genangan banjir di jalan juga cukup tinggi, kami sekeluarga terpaksa mengungsi," ujarnya.

Padahal, lanjut dia, rumahnya sudah ditinggikan hingga dua kali dengan ketinggian hingga 1 meteran.

Kepala Desa Jati Wetan Suyitno mengatakan  sebagian koran ada yang mengungsi ke tempat saudaranya serta ada pula yang bertahan.

Tempat pengungsian disediakan sejak terjadi banjir pada Kamis (23/2), namun belum semua warga bersedia mengungsi karena sejumlah pertimbangan.

"Semua keperluan pengungsi, mulai dari kebutuhan makanan hingga popok untuk bayi juga disediakan," ujarnya.

Kondisi berbeda terjadi di lokasi pengungsian yang ada di Desa Karangrowo terlihat penuh sesak dengan pengungsi, mengingat gedung yang dijadikan tempat pengungsian memang tidak begitu luas seperti di Desa Jati Wetan.

Sutra, salah seorang pengungsi mengakui, meskipun suasananya penuh dirinya tetap bisa tidur bersama pengungsi lainnya.

"Saya tidak mungkin tidur di rumah, karena air banjir juga masuk ke dalam rumah dengan ketinggian 25 sentimeteran, sedangkan jalan bisa mencapai 50-an cm," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan, jumlah desa yang terkena dampak banjir cukup banyak.

Di antaranya, Desa Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Pasuruhan Lor, Jati Kulon, Setrokalangan, Banget, Karangrowo dan Karangturi.

Hanya saja, kata dia, warga desa yang mengungsi ke tempat pengungsian hanya di Desa Jati Wetan dan Karangrowo.

"Hampir semua desa menyediakan tempat pengungsian, namun ada yang bertahan dan kalaupun ada yang mengungsi biasanya ke keluarganya," ujarnya.

Ia mengatakan, tidak semua warga Desa Jati Wetan yang rumahnya terkena dampak banjir mengungsi di tempat pengungsian, karena berdasarkan data dari pemerintah desa ada yang mengungsi ke tempat keluarganya sebanyak 16 keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 55 orang. 

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Musibah bertubi, masyarakat diminta tingkatkan kewaspadaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar