Jakarta (ANTARA News) - Aplikasi mobile on-demand milik Go-Jek, Go-Life, mensasar pengguna Go-Jek yang kini telah diunduh 33 juta kali, untuk menggunakan layanannya.

"Kalau bisa seperti Go-Jek, pengguna bisa sebanyak Go-Jek," kata Dayu Dara, Co-founder Go-Life, dalam temu media di Jakarta, Rabu.

"Merauk sepenuhnya pengguna smartphone yang membutuhkan pelayanan jasa," sambung dia.

Dirilis pada awal Februari, Dayu mengatakan kurang dari dua minggu aplikasi Go-Life telah mengantongi 10.000 unduhan.

Go-Life menghubungkan pelanggan dengan lebih dari 7.000 tenaga profesional di bidang kebersihan (Go-Clean), otomotif (Go-Auto), kecantikan (Go-Glam) hingga terapis pijat (Go-Massage).

Dayu memastikan seluruh mitra Go-Life telah berpengalaman di bidangnya dan telah melewati seleksi serta pelatihan.

"Untuk terapis Go-Massage yang akan bergabung harus memiliki pengalaman di industri selama 2 tahun. Kami juga mengharuskan mitra untuk menyertakan SKCK," ujar Dayu.

"Lalu, cek dokumen, kemudian interview tentang pengalaman dan tes praktek oleh advisor kami yang sudah berpengalaman 10-20 tahun, setelah lolos akan mengikuti pelatihan," lanjut dia.

Dalam hal pembagian komisi, Dayu mengatakan, dari 100 persen yang dibayar konsumen, Go-Life memberikan lebih dari 70 persen untuk mitra.

"Sisanya ada yang diberikan dalam bentuk insentif finansial dan non finasial seperti program belajar bahasa Inggris," ujar Dayu.

Kini, layanan Go-Massage, Go-Clean dan Go-Glam sudah bisa dipesan selama 24 jam dan terdapat fitur untuk melakukan pemesanan dari beberapa hari sebelumnya. Untuk layanan GO-AUTO juga dapat dipesan untuk hari selanjutnya.

Selain itu, peningkatan dari kualitas layanan juga dilakukan dengan penambahan layanan baru. Untuk Go-Massage, ada beberapa layanan terbaru seperti hot stone massage, sport massage dan pregnancy massage. Sedangkan untuk layanan Go-Glam, pengguna kini dapat memesan layanan nail art, waxing, make up, hijab styling dan facial.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017