Rusia bantah tuduhan "sponsori terorisme" di pengadilan PBB

Den Haag (ANTARA News) - Rusia pada Selasa (7/3) membantah tuduhan "mensponsori terorisme" di Ukraina timur, menyebut tuduhan Kiev bahwa Moskow melanggar perjanjian dengan mendukung pemberontak pro-Moskow sebagai "tidak faktual atau legal".

"Federasi Rusia sepenuhnya mematuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian yang kini diandalkan Ukraina" dalam kasus yang diajukan ke Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ), kata seorang perwakilan Moskow.

"Kami memandang (langkah-langkah yang diajukan Ukraina) tidak legal dan faktual," kata direktur hukum Kementerian Luar Negeri Rusia Roman Kolodkin di mahkamah yang berbasis di Den Haag itu.

Ukraina pada Senin mendesak ICJ untuk memberlakukan langkah darurat guna mewujudkan stabilitas di wilayah timur negaranya yang dilanda perang.

Konflik hampir tiga tahun itu sudah merenggut sekitar 10.000 korban jiwa di Ukraina timur -- dan menyebabkan perampasan semenanjung selatan Ukraina, Krimea, tahun 2014, membawa hubungan Moskow dan Barat ke titik terendah sejak Perang Dingin.

Kiev meminta ICJ -- yang menangani perselisihan antarnegara -- memerintahkan Moskow berhenti menyalurkan uang, senjata dan orang ke Ukraina timur.

Ukraina juga menuduh Moskow bersikap diskriminatif terhadap kelompok-kelompok non-Rusia di Krimea.

Ukraina juga meminta Kremlin membayar kompensasi bagi seluruh warga sipil yang terjebak konflik, termasuk korban kecelakaan Malaysia Airlines MH17, yang ditembak jatuh pada 2014 di atas Ukraina Timur dan menyebabkan 298 orang di dalamnya tewas, demikian menurut warta kantor berita AFP.(mr)


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar