Satu kelurga diamuk demonstran anti-transportasi online di Bandung

Satu kelurga diamuk demonstran anti-transportasi online di Bandung

Suasana Terminal Leuwi Panjang yang sepi akibat demo angkot (9/3/2017) (ANTARA News/Asep Firmansyah)

Bandung (ANTARA News) - Satu keluarga asal Margahayu Kencana, Kota Bandung, menjadi korban amukan massa yang diduga sopir angkutan kota di Jalan BKR, Kota Bandung karena mobil yang mereka kendarai dianggap taksi online.

"Kejadiannya sekitar pukul 08.30 WIB selepas Jalan BKR yang mau ke arah jalan Sriwijaya, tanpa alasan yang jelas mereka langsung merusak mobil dan memukuli keluarga saya," ujar salah satu korban, Depi K (30), di Polsek Regol, Kamis.

Depi menceritakan, kejadian bermula saat dia dan enam anggota keluarganya akan ke Jalan Gatot Subroto. Di perempatan Tegalega dia melihat serombongan angkot mendatangi mereka dari arah Jalan Peta.

"Bahkan pas di perempatan Tegalega saya lihat ada sopir angkot warna cokelat digebukin sama rombongan angkot yang ada di belakang saya," kata dia.

Mobil Avanza yang dikemudikan adik Dedi Gerry sempat was-was, khawatir kejadian serupa menimpa keluarganya. Usai lampu perempatan Tegalega hijau, mobil pun melaju ke arah Jalan BKR.

Saat di perempatan lampu merah, sopir angkot dan belasan penumpangnya turun memukuli keluarganya dan mencoba memecahkan kaca mobil.

"Mobil kita satu-satunya di stopan tersebut. Dan mereka langsung turun menyuruh kita keluar. Kita enggak mau keluar, mereka mencoba memecahkan kaca mobil pake tangan kosong, karena enggak pecah-pecah mereka langsung mengambil batu yang cukup gede dan membantingkannya ke kaca mobil," kata dia.

Padahal, kata Depi, ia sudah meyakinkan bahwa kendaraan yang ditumpanginya bukan angkutan online, namun orang yang diduga sopir angkot itu tidak percaya dan malah memukuli ayah dan adik Depi.

"Ayah saya dan adik saya dipukulin di dalem mobil. Betis saya juga sempat kena pukul," kata dia.

Akibat kejadian ini, kaca mobil ini pecah, kaca depan retak, dan kaca samping kiri pecah.

"Di dalam mobil ada bayi usia satu tahun. Kami semua trauma," kata Depi.

Usai merusak mobil keluarga ini, rombongan angkot langsung pergi ke arah Gedung Sate, sedangkan Depi bersama keluarganya melapor ke Polsek Regol, Kota Bandung.

Baca juga: (Promo transportasi online khusus Pilkada)

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Organda minta pemerintah perhatikan pengemudi konvensional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar