Satu keluarga korban perusakan mobil di Bandung mengaku trauma

Satu keluarga korban perusakan mobil di Bandung mengaku trauma

Demo Angkutan Umum Bandung. Pengemudi angkutan umum yang tergabung dalam Aliansi Moda Transportasi Umum Jabar berunjukrasa di depan Gedung Sate memprotes keberadaan angkutan umum online, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/3/2017). Dalam aksinya pengunjukrasa menuntut, pencabutan Permenhub No.23 tahun 2016 dan mendesak aparat hukum menertibkan angkutan umum berbasis aplikasi online. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Bandung (ANTARA News) - Satu keluarga korban perusakan mobil oleh oknum yang diduga sopir angkot di perempatan lampu merah Jalan BKR- Jalan Sriwijaya pada Kamis (9/3) sekitar pukul 08.30 WIB, masih trauma.

"Kami sangat trauma dan ketakutan apalagi di dalam mobil ada anak saya yang baru satu tahun," kata pengemudi mobil Eggi Muhammad di Polsek Regol, Kota Bandung, Kamis.

Eggi menceritakan, awalnya tidak merasa curiga saat berpapasan dengan rombongan sopir angkot yang diduga akan ikut dalam aksi mogok di Gedung Sate, Kota Bandung.

Namun ketika berada di perempatan lampu merah Jalan BKR-Jalan Sriwijaya, ia bersama keluarganya mengalami pengalaman yang tidak akan pernah dilupakannya.

Saat lampu perempatan BKR-Sriwijaya menyala merah, massa yang diduga kuat sopir angkot langsung keluar dan meneriaki Eggy sebagai pengemudi transportasi online.

"Mereka langsung memukul mobil dan berteriak online-online," kata Eggy.

Ia mencoba mengklarifikasi bahwa mobil yang dikendarainya bukan transportasi online, namun massa tetap tidak mempedulikannya bahkan mencoba memecahkan kaca menggunakan benda tumpul dan batu.

Suasana di dalam mobil pun mencekam, ibu, ayah, istri, dan kakak Eggy berteriak dan menangis histeris sambil mencoba menenangkan anak Eggy yang berusia satu tahun. Istrinya pun mencoba meyakinkan bahwa sopir tersebut adalah suaminya.

"Istri saya bilang ini suami saya bukan sopir online. Terus berteriak seperti itu," kata dia.

Ia bersama kakaknya, Depi, tidak mampu berbuat banyak dan mencoba melindungi keluarganya di dalam mobil. Depi kemudian berinisiatif untuk merekam kejadian tersebut melalui handphone selulernya.

Depi menuturkan, massa mencoba mengambil kunci mobil namun usaha tersebut berhasil diamankan Eggy yang juga harus terkena pukulan dari oknum diduga sopir tersebut.

"Adik dan Ayah terkena pukulan, saya pun terkena pukulan dibagian betis," kata dia.

Karena menghiraukan permintaan para oknum sopir untuk keluar dari mobil, beberapa massa kemudian melemparkan batu ke arah kaca mobil, bahkan bagian belakang dan samping kaca pecah serta retak dibagian depan.

"Ibu dan istri adik saya meminta perusakan itu dihentikan, bahkan saya dalam rekaman meminta tolong kepada kang Emil (Ridwan Kamil)," kata dia.

Tak lama petugas kepolisian dari Polsek Regol segera datang dan keluarga Eggy dapat terselamatkan. Para oknum sopir angkot tersebut kemudian pergi untuk bergabung bersama massa lainnya.

"Untungnya ada petugas kepolisian datang. Kami jadi merasa tenang," kata dia.

Usai kejadian menyeramkan itu, ia bersama keluarga kemudian mendatangi Polsek Regol dan melaporkan insiden tersebut. Depi berharap oknum yang merusak kendaraannya dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, Polrestabes Bandung berhasil mengamankan seorang pelaku yang diduga provokator perusakan mobil milik warga jenis Avanza di Jalan BKR Kota Bandung.

"Satu orang kita amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polrestabes Bandung," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Panowo di Gedung Sate Bandung, Kamis.

Ia menuturkan pelaku perusakan berinisial UP dan rekannya merusak mobil milik Eggy Muhammad dengan cara memecahkan kaca mobil saat melintas jalan tersebut.

"Korban tidak mengalami kekerasan fisik. Kaca kendaraaanya dipecah. Sedang kita dalami apakah pelakunya sopir atau pengurus," katanya. 

Pewarta: Asep F
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Organda minta pemerintah perhatikan pengemudi konvensional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar