Dua buaya dan beruang diserahkan ke BKSDA

Dua buaya dan beruang diserahkan ke BKSDA

Seekor buaya yang terjerat sampah ban bekas sepeda motor kembali muncul di permukaan Sungai Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (4/12/2016). (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Balikpapan (ANTARA News) - Dua buaya muara (Crocodillus porosus) dan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Kalimantan Timur, Jumat, semua satwa tersebut masih hidup.

"Ini kedua buaya coba diselundupkan ke Makassar," kata Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah III Kaltim Suriawati Halim.

Buaya pertama berukuran panjang 70 cm dan diperkirakan berusia 7-8 bulan. Buaya kedua lebih kecil, yaitu panjang 30 cm, dan diduga berusia 2-3 bulan.

Kedua buaya itu diserahkan oleh Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Balikpapan Muhammad Burlian. Anak buah Burlian menegah upaya penyelundupan itu di Unit Kargo Bandara Sepinggan pada Kamis 9/3.

Burlian menuturkan, buaya-buaya itu dikemas dalam keranjang plastik, ditutup kain, dan dibungkus kertas kado. Paket itu diakui sebagai makanan ringan.

Paket dikirim dari seseorang berinisial M di Samarinda dengan tujuan seseorang berinisial R di Toddopuli, Manggala, Makassar. Saat melewati pemeriksaan x-ray di ruang kargo, penampakan yang terlihat di layar bukan makanan ringan pada umumnya.

"Petugas keamanan bandara mengontak petugas Balai Karantina Ikan. Ketika kami buka, ternyata isinya 2 buaya itu," cerita Burlian.

Buaya muara termasuk satwa dilindungi sebab terancam punah. Satwa ini dikelompokkan di dalam Appendix 2 daftar IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources, atau Kerjasama Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam).

"Bisa diperdangkan hanya yang hasil penangkaran, itu pun dalam jumlah terbatas," kata Suriawati Halim.

Turut diserahkan bersama buaya-buaya itu adalah seekor anak beruang madu. Yang menyerahkan adalah Kepolisian Sektor (Polsek) Pelabuhan Semayang.

"Nelayan yang menemukan anak beruang ini di kawasan bakau di Kariangau. Mereka kemudian menyerahkannya ke Pos Polisi di Kaltim Kariangau Terminal," tutur Kepala Seksi Konservasi BKSDA. Pos Polisi di Terminal itu di bawah koordinasi Polsek Pelabuhan Semayang.

Kaltim Kariangau Terminal adalah terminal petikemas di kawasan Pelabuhan Petikemas Kariangau, kawasan di barat laut Balikpapan di tepi utara Teluk Balikpapan. Tidak jauh dari kawasan ini ada Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) dimana beruang madu adalah satu margasatwa di dalamnya.

Namun demikian, BKSDA meyakini, anak beruang madu ini pernah tinggal bersama manusia karena perilakunya yang jinak. Sejauh ini, keadaan beruang madu itu cukup sehat dan terlihat gemuk dengan berat 20 Kg. Ia ditempatkan

di kandang di halaman kantor BKSDA di Jalan Marsma R Iswahjudi.

Seperti juga buaya, beruang madu adalah hewan dilindungi sebab keberadaannya yang semakin terancam di alam, terutama karena hutan tempat hidupnya dirambah manusia. Helarctos malayanus masuk dalam Appendix 1 daftar hewan terancam IUCN.

Menurut Suriawati, kedua ekor buaya akan dititipkan di penangkaran buaya di Teritip dan beruang madu di BKSDA untuk sementara.

Beruang madu juga adalah maskot Kota Balikpapan dan julukan bagi Persiba, tim sepakbola profesional peserta Liga 1 dari Kota Minyak ini.

(KR-NVA/Y008)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar