lIbas Lin Dan, Shi Yuqi tantang Chong Wei pada final All England

lIbas Lin Dan,  Shi Yuqi tantang Chong Wei pada final All England

Lee Chong Wei. (ANTARA FOTO/Saptono)

Jakarta (ANTARA News) - Pemain muda China Shi Yuqi membuat gebrakan pada All England 2017 dengan mengalahkan seniornya Lin Dan untuk menghadapi Lee Chong Wei pada final turnamen bulu tangkis ini.

Yuqi, atlet tunggal putra berusia 21 tahun, mengalahkan sang legendaris Lin Dan dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Birmingham, Inggris, Sabtu malam waktu setempat.

Pemain non unggulan itu, seperti tercantum dalam situs tournamentsoftware, menumbangkan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012 itu dua game langsung 24-22, 21-11 dalam tempo 50 menit.

"Ini adalah pertandingan yang sangat bagus. Saya senang karena ini adalah All England pertama bagi saya sekaligus mengalahkan Lin Dan dan melaju ke final," kata Yuqi dalam situs resmi All England Badminton.

Yuqi mengaku kemenangannya adalah keberuntungan selain berasal dari dukungan tim yang terus membantunya mengembangkan permainan.

Pemain peringkat 10 dunia itu sempat tertekan dari Super Dan pada awal game pertama hingga skor 10-10. Yuqi lantas mengembalikan keduduan dan terus beradu ketat 15-15, 16-16, 17-17, dan 22-22 hingga menang 24-22.

Pemain generasi muda China setelah Chen Long dan Tian Houwei itu tampil menguasai permainan pada game kedua dengan hanya dua kali menyamakan skor 1-1 dan 3-3 atas Lin Dan. Yuqi menang mudah 21-11 pada game kedua.

Namun, kemenangan pada putaran semifinal itu berarti pemain yang meriah gelar pada Jerman Grand Prix Gold 2016 dan Prancis Terbuka 2016 itu harus menghadapi unggul pertama dunia Lee Chong Wei pada final Minggu malam waktu setempat.

Chong Wei menyingkirkan wakil Taiwan Chou Tien Chen 10-21, 21-14, 21-9 selama 59 menit.

"Permainan berjalan dengan lancar. Saya berusaha menang karena ini adalah turnamen kesukaan saya," kata pemain Malaysia yang tiga kali meraih medali perak Olimpiade itu.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Menpora harap kasus All England tak terulang pada turnamen lain

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar