Meraup rupiah dari kotoran ular

Meraup rupiah dari kotoran ular

Dokumentasi warga mencoba mengikat ular piton betina yang ditangkap warga di kawasan perkampungan Nisam, Nisam Antara, Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (22/9/2016). Ular piton itu sepanjang 12 meter dan berat 234 kilogram itu selama ini sering masuk ke perkampungan menyantap hewan ternak warga. (ANTARA FOTO/Rahmad)

... kotoran piton yang mengandung protozoa yang dapat dimanfaatkan sebagai racun tikus biologis untuk perkebunan kelapa sawit...
Medan (ANTARA News) - Rejeki bisa datang dari mana saja, termasuk dari ular piton (Phyton reticulatus), yang menyimpan bisnis menggiurkan dan mendatangkan rupiah. Bukan hanya dari kulitnya namun kotorannya juga bisa mendatangkan keuntungan.

"Peternakan kami lebih mengutamakan dan fokus untuk mengelola kotoran ular piton yang dijadikan racun tikus untuk perkebunan kelapa sawit," kata Kepala Penelitian PT HETTS Biolestari, Raden Isra Wardani, di Medan, Rabu.

Peternakan ular PT HETTS Biolestari berlokasi di Jalan Namo Pencawi Nomor 174 Desa Tuntungan II Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memelihara 800 ular piton.

Luas areal 7.000 meter persegi dilengkapi laboratorium, tempat penangkaran ular dan tikus putih yang merupakan pertama di Indonesia dan kedua di dunia setelah Thailand.

"Untuk diketahui, kotoran piton yang mengandung protozoa yang dapat dimanfaatkan sebagai racun tikus biologis untuk perkebunan kelapa sawit," katanya.

Ia mengatakan, 800 ular piton yang dipelihara saat ini diletakkan di kandang maupun dalam kotak khusus.

Sekali bertelur, ular piton betina bisa mengeluarkan 50 telur. "Dari telur-telur yang dierami itu 80 persen menetas. Anak ular yang ditelah menetas langsung dipisahkan dengan induknya dan diletakkan dalam tempat yang aman dan nyaman," katanya.

Ia mengatakan, peternakan ular itu mulai efektif mengelola kotoran ular piton sejak 2008, apalagi memang pangsa pasarnya cukup menjanjikan.

Apalagi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil disarankan untuk tidak menggunakan racun tikus kimia terutama racun tikus Generasi 2 yang membahayakan manusia dan hewan lain.

Produk kotoran ular piton dari peternakannya, kata dia, telah dipasarkan ke perusahaan-perusahaan kelapa sawit sejumlah daerah seperti di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera Utara sendiri.

"Pemasaran yang dilakukan dengan cara pemasanan oleh pihak perusahaan kelapa sawit. Produk kotoran ular piton diproses setelah ada pemasanan dari konsumen," katanya.

Pewarta: Juraidi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Ular Piton ukuran 7 meter di area perkebunan warga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar