counter

"Terlalu Manis"-nya Slank bergema di kampus tua Universitas Birmingham

"Terlalu Manis"-nya Slank bergema di kampus tua Universitas Birmingham

Dokumentasi promosi sajian makanan Indonesia di Perth, 20 Agustus 2016. (ANTARA News/Ella Syafputri)

London (ANTARA News) - Lagu dari grup musik Slank, Terlalu Manis, berhasil membawa penonton dalam acara Indonesia Showcase. Pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Kerajaan Inggris larut dalam suasana di Tanah Air. 

Apalagi tim musik Universitas Birmingham dan grup angklung, Sora Campernik Nusantara, membawakan lagu traditional, Bungong Jeumpa, Kicir-kicir, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Suwe Ora Jamu, serta Kemesraan.

Perhimpunan Pelajar dan Masyarakat Indonesia Birmingham mengelar promosi budaya dan ekonomi kreatif serta kuliner Indonesia di kancah Internasional dalam acara Nusasvara Project 2017. 

Ini untuk menggalang dana untuk mendukung pendidikan anak-anak serta ajang silaturahmi masyarakat dan pelajar Indonesia yang berada di Britania Raya bertempat di University Birmingham, Inggris, akhir pekan.

Tim Media dan Publikasi Nusasvara, Sofian Ardiansyah, Selasa, mengatakan, acara Nusasvara Project digelar pertama kalinya PPI MIB bekerjasama dengan Hoshizora Foundation membantu mengalokasi dana yang terkumpul selama acara Nusasvara Project 2017 disalurkan untuk pendidikan anak-anak di Indonesia.

Nusasvara Project 2017 merupakan serangkaian acara yang diawali bincang akademis bertema kerja sama antara Inggris dan Indonesia dalam perspektif ekonomi, politik, pendidikan dan budaya pasca Brexit.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Besar Indonesia di London, Prof Aminudin Aziz, dosen Islamic Finance and Accounting dari Aston Business School, Dr Nunung Hidayah dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London, Endy Tjahjon, menjadi pembicara.

Moderator adalah Herlina Roida, mahasiswi program doktoral dari Lancashire Business School. Diskusi ini mendapat perhatian mahasiswa Indonesia di Inggris, yang tertarik seputar ketidakpastian hubungan Indonesia dan Inggris setelah Brexit.

Diplomasi lunak juga berjalan dengan menu sajian menjadi pokok.  Ada 20 gerai yang menjual berbagai jajanan dengan cita rasa masakan nusantara mulai dari nasi padang, bakso malang, sate ayam, soto mie bogor, nasi campur bali, gudeg, pempek sampai cemilan, di antaranya kue pukis, martabak, es campur, gorengan, klepon, dan bahkan es cendol.

"Senang bisa ikut berpartisipasi dalam acara yang digelar para pelajar Indonesia di Birmingham," ujar Ina Nugroho, yang datang dari London, dengan nasi padang lengkap dengan rendang dan sayur daun singkong a'la Inggris.

Enggi's Kitchen dari Bristol menyediakan bubur ayam, soto mie serta sate ayam windsor yang cukup terkenal di Inggris serta Toko Gordon dengan menjual bahan makanan dari Indonesia seperti cemilan, bumbu, ikan dan cumi asin.

Peluncuran Program Polisi Sahabat Sekolah di Papua

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar