12 kecamatan di Temanggung rawan kekeringan

12 kecamatan di Temanggung rawan kekeringan

Ilustrasi - Kekeringan. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Terutama masyarakat yang tinggal di kawasan lereng gunung, baik Sindoro, Sumbing, maupun Prahu, kami minta untuk selalu waspada terhadap bencana puting beliung tersebut
Temanggung (ANTARA News) - Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, rawan kekeringan pada musim kemarau, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung Agus Sudaryono.

Agus di Temanggung, Jumat, mengatakan dari 12 kecamatan tersebut terdapat sekitar 42 desa yang rawan kekeringan.

Ia menyebutkan dari 12 kecamatan yang rawan kekeringan tersebut, antara lain Kecamatan Kandangan, Pringsurat, Kaloran, Kranggan, Jumo, dan Bejen.

Menurut dia dari sejumlah wilayah rawan kekeringan, Kecamatan Kandangan merupakan wilayah yang paling parah karena sekitar 50 persen dari desa yang ada merupakan langganan bencana kekeringan.

Baca juga: (Rumah di Temanggung rusak diterjang puting beliung)

Baca juga: (Jalan rusak di Temanggung, warga mengeluh karena sering kecelakaan)

Ia menuturkan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini, BPBD Kabupaten Temanggung mengalokasikan anggaran untuk penyaluran air bersih sebanyak 600 tangki guna membantu masyarakat yang mengalami kekeringan.

Ia mengatakan apabila nantinya jumlah tersebut belum mencukupi, pihaknya akan meminta bantuan kepada pihak ketiga atau melalui program corporate sosial responsibility (CSR) perbankan atau lainnya.

"Berdasarkan peraturan daerah kami bisa minta bantuan pada pihak ketiga untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih jika diperlukan nantinya," katanya.

Dalam menghadapi masa pancaroba atau perubahan musim hujan ke musim kemarau saat ini, Agus mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana puting beliung.

"Terutama masyarakat yang tinggal di kawasan lereng gunung, baik Sindoro, Sumbing, maupun Prahu, kami minta untuk selalu waspada terhadap bencana puting beliung tersebut," katanya. 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Cadangan beras aman, meski musim tanam mundur

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar