Psikolog: orang tua jangan ikutan stres jelang Ujian Nasional

Psikolog: orang tua jangan ikutan stres jelang Ujian Nasional

Pelajar mengikuti ujian Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 1 Kota Bengkulu, Kamis (3/4/2017). (ANTARA/David Muharmansyah)

Jakarta (ANTARA News) - Menjelang Ujian Nasional, tidak jarang orang tua ikut merasa tertekan sehingga bisa membuat anak semakin stres menjelang ujian.

“Kalau kita nggak tenang, nggak bisa menenangkan anak,” kata pendiri sekaligus psikolog dari Petak Pintar - Center for Learning Problem, Annelia Sari Sani, saat dihubungi ANTARA News, Jumat.

Stres orang tua bisa jadi dipicu ingatan yang pernah dirasakan saat gugup menjelang Ujian Nasional pada zaman mereka.

Ada baiknya menjaga diri tetap tenang dan rileks agar tidak menambah beban kekhawatiran anak.

Salah satu caranya dengan memahami bahwa kurikulum terkini berbeda dengan yang terdahulu, bahwa Ujian Nasional bukan satu-satunya penentu kelulusan.

“Pakai pemahaman itu untuk menenangkan diri dan anak,” kata Annelia.

Jika anak masih stres dan gugup, alihkan dengan melakukan kegiatan yang ia sukai, misalnya mengajak nonton ke bioskop atau pergi bersantai.

Annelia tidak menyarankan pergi berlibur ke luar kota karena khawatir anak kelelahan dan tidak sehat saat hari ujian.

Psikolog klinis yang peduli terhadap permasalahan anak dan remaja, Kasandra Putranto, menilai orang tua ikut stres menjelang UN karena khawatir sang anak kurang belajar sehingga tidak lulus.

Agar tidak stres, ia menyarankan meyakinkan diri bahwa anak mampu menghadapi ujian karena sudah dipersiapkan sejak lama.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Mendikbud tegaskan Asesmen Nasional berlaku tahun 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar