"Rescue Drone" buatan anak bangsa uji coba di Jatiluhur

"Rescue Drone" buatan anak bangsa uji coba di Jatiluhur

Rescue Drone buatan Yulian Paonganan Alias Ongen beserta tim tengah diujicoba di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (10/4/2017). Rescue Drone ini bisa dikirim dalam waktu 20 detik untuk korban kecelakaan di laut, sehingga bisa meminimalisir jumlah korban. (istimewa)

Wahana tanpa awak ini dirancang untuk bisa memberikan 'lifebuoy' (pelampung keselamatan) kepada korban kecelakaan di laut dalam waktu yang sangat cepat sebelum mendapatkan pertolongan dari alat penyelamat lainnya seperti rescue boat."
Jakarta (ANTARA News) - Sebagai salah satu upaya untuk meminimalkan korban kecelakaan di laut, anak bangsa yang digawangi Dr Yulian Paonganan atau yang biasa disapa Ongen telah berhasil membuat "Marine Rescue Drone"

"Wahana tanpa awak ini dirancang untuk bisa memberikan 'lifebuoy' (pelampung keselamatan) kepada korban kecelakaan di laut dalam waktu yang sangat cepat sebelum mendapatkan pertolongan dari alat penyelamat lainnya seperti rescue boat," kata Ongen di sela uji coba "rescue drone" di Waduk Jatiluhur, Purwakarta Jawa Barat, Senin.

Dalam uji coba atau simulasi "rescue drone" tersebut berhasil memberikan pelampung kepada korban tenggelam di Waduk Jatiluhur, dalam waktu 20 detik korban sudah mendapatkan 'lifebuoy' tersebut.

"Uji coba atau simulasi ini merupakan finalisasi dari riset pembuatan "Marine Rescue Drone" yang kami lalukan melalui Indonesia Maritime Institute dan tahun ini sudah bisa diproduksi massal untuk kepentingan rescue di laut," kata Ongen dalam keterangan resminya.

Pewarta: Ruslan Burhani
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar