Jumat Agung momentum bangun kedamaian

Jumat Agung momentum bangun kedamaian

Seorang anak mencium Salib pada Ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Katedral Hati Tersuci Maria, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (25/3). (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Lebak, Banten (ANTARA News) - Romo Andre dari Gereja Katolik Paroki Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung mengatakan Jumat Agung menjadi momentum membangun kedamaian dan kerukunan.

"Kami mengajak umat Katolik mencintai kedamaian, kerukunan serta toleransi antaragama," kata Andre di Lebak, Jumat.

Dia mengapresiasi kerukunan umat beragama di Provinsi Banten yang berjalan dengan baik tanpa perpecahan, melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Andre mengaku kerapo mendatangi rumah-rumah kiyai untuk menjalin silatuhrahmi karena semua agama mengajarkan dengan kebaikkan dan kedamaian.

"Perbuatan kedamaian dan kebaikan juga merupakan ajaran umat Katolik yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat," kata Romo Andre.

Dia mengimbau umat Katolik untuk memiliki jiwa damai dan baik. "Saya kira isu SARA itu kita kembalikan kepada diri sendiri," katanya.

Misa Jumat Agung di sini diisi prosesi pembacaan kisah penderitaan Yesus Kristus hingga wafat di kayu salib di mana para jemaat dari anak-anak sampai orang dewasa berlutut dan mencium salib.

Emaculata, seorang anggota jemaat menyebut Jumat Agung sebagai momentum tepat menuju hal lebih baik, karena manusia selalu meminta pertolongan kepada Yesus.

"Kami setiap Jumat Agung pulang ke kampung dan berkumpul dengan saudara," kata Emaculata yang  tinggal di Jakarta.


Pewarta: Masnyur
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Rayakan Minggu Paskah dengan membuat telur Paskah dan berdoa di rumah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar