Gempa 4,5 SR guncang Sumba Barat Daya

Gempa 4,5 SR guncang Sumba Barat Daya

Ilustrasi peta digital gempa di kawasan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (30/12/2016). (USGS)

Kupang (ANTARA News) - Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Kupang melaporkan gempa dengan kekuatan 4,5 SR mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Jumat malam, namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa bumi tektonik dengan kedalaman 76 kilometer itu terjadi pada sekitar pukul 23.09.26 Wita itu dengan lokasi pada 09.16 Lintang Selatan 118,64 bujur timur atau sekitar 69 kilometer Barat Laut Sumba Barat Daya-NTT.

Gempa serupa juga dengan kekuatan sama, yaitu 4,5 skala Richter (SR) mengguncang wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat malam.

Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi di Kabupaten Bima itu terjadi pada pukul 22.06 WIB yang berlokasi di 8.72 derajat Lintang Selatan dan 118.83 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 113 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Kupang Hasanudin mengatakan daerah tumbukan lempeng Hindia-Australia yang bergerak menekan lempeng Eurasia di sebelah barat Pulau Sumatera dengan pergerakan 7 centimeter per tahun selalu menjadi daerah potensial gempa.

Hasanudin mengatakan setiap gempa mempunyai siklus dan ada wilayah yang sudah lama belum ada catatan gempa besar atau seismic gap, pertama di kawasan mulai Pulau Pagai sampai sampai Pulau Enggano.

Kedua daerah yang melingkari Pulau Siberut, Sipora, dan Pagai. Di kedua zona itu belum pernah ada catatan gempa besar sehingga potensi terjadinya gempa dahsyat tinggal menunggu waktu.

Hasil analisis peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan warga setempat sehingga terkejut dan berhamburan keluar rumah akibat guncangan gempa bumi ini, namun demikian hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa bumi.

Jenis gempa bumi berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi lempeng. Dalam hal ini Lempeng Indo-Australia menhunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju 70 mm/tahun, mengalami deformasi/patahan batuan tepat di Zona Benioff bawah lepas pantai selatan Pulau Bali.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu penyesaran naik (thrust fault).

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar