Orkestra "warna-warni" Ifa Fachir untuk perempuan Indonesia

Orkestra "warna-warni" Ifa Fachir untuk perempuan Indonesia

Orkestra warna-warni Ifa Fachir untuk perempuan Indonesia di di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Sabtu (22/4). (ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa)

Jakarta (ANTARA News) - Bagi musisi Ifa Fachir, perempuan merupakan sosok penting dan inilah yang menjadi alasannya menggelar sebuah pertunjukan orkestra mini pada Sabtu sore ini. "Pokoknya ini saya persembahkan untuk para perempuan Indonesia khususnya dua perempuan yang paling penting di hidup saya, ibu dan adik perempuan saya," ujar pianis band Maliq & D'Essentials itu di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, di sela pertunjukan.

"Ini menjadi showcase pertunjukan orkestra lagu yang terinspirasi dari perempuan dan ditulis untuk perempuan," sambung Ifa. 

Tak tampil sendiri, Ifa menggandeng sederet musisi tanah air yakni Mikha Tambayong, Rizky Febian, Ify Alyssa, Radhini, Kamila, Yeshua Abraham dan Rick Karnadi, melantunkan lagu-lagu Indonesia yang populer di masanya dan bahkan kini, tentu dengan gaya mereka masing-masing.

Penyanyi Mikha Tambayong mengawali pertunjukan sore itu lewat lantunan " Melati Suci" karya Guruh Soekarnoputra.




Di tengah penampilan Mikha, hadirlah sosok Maudy Koesnaedi membacakan secarik puisi. Maudy tampak anggun lewat balutan kebaya  berwarna putih dan kain batik sebagai bawahan. Rambut panjang sebahunya dia sanggul rapi.




Tak lama berselang giliran penyanyi Radhini melalui "Karena Wanita ingin Dimengerti", lagu yang dipopulerkan sebelumnya oleh Ada Band, disusul "Perhatikan Rani" oleh Rick Karnadi, kemudian medley lagu "Aryati, Terlanjur dan Penantian Berharga" oleh Rizky Febian, Rick Karnadi dan Yeshua Abraham.





Pertujukan terus berlanjut, lewat penampilan duet Ify Alyssa dan Yeshua melalui " Belaian Sayang", diikuti "Seroja dan Kesempurnaan Cinta" oleh Rizky Febian, "Ratu Sejagat" oleh trio violis Kamila dan "Rahasia Perempuan" yang dinyanyikan Mikha Tambayong, Ify Alyssa dan Radhini.

Maudy menyudahi pertunjukan selama hampir 60 menit itu melalui pembacaan puisi yang diiringi instrumental lagu "Wanita" karya Ismail Marzuki.

Ifa dan tim mengaku membutuhkan waktu dua hari latihan dan workshop untuk masing-masing pengisi acara selama satu hari.

"Saya merasa beruntung karena pernah dan akan berkolaborasi dengan teman-teman saya ini (para pengisi acara), simply melakukan ini karena kecintaan kami pada karya seni Indonesia dan juga untuk para perempuan Indonesia," pungkas dia.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Mendulang rupiah dari balik jeruji besi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar