Yogyakarta (ANTARA News) - Polisi masih mempelajari orang-orang yang tidak menyukai Novel Baswedan baik terkait persoalan pribadi maupun pekerjaannya untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi itu.

"Kami mencoba mempelajari motif siapa saja yang punya potensi tidak suka dengan yang bersangkutan baik secara dinas maupun pribadi, tetapi yang utama tentunya yang masalah pekerjaan," kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian seusai menghadiri acara ramah tamah dengan civitas akademika UGM di Grha Sabha Prmana UGM, Yogyakarta, Rabu.

Menurut Tito, hingga saat ini Tim Khusus Polri masih terus bekerja. Selain melakukan pengembangan tempat kejadian perkara (TKP), juga menganalisa rekaman CCTV, memeriksa jaringan-jaringan komunikasi, saksi-saksi, serta mempelajari motif pelaku.

Tito mengatakan ada dua orang yang sudah diamankan oleh kepolisian, namun setelah dilakukan pemeriksaan keduanya terbukti bukan pelaku penyerangan terhadap novel.

"Ada dua orang yang sudah kami amankan, namun bukan pelakunya," kata dia.

Saat ditanya mengenai target penyelesaian kasus itu, Tito mengatakan tim akan berupaya maksimal mengusut kasus itu. "Kami akan berusaha melakukan upaya sekuat tenaga," kata lulusan terbaik Akpol 1987 itu.

Sebelumnya, Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai menjalani solat subuh pada Selasa (11/4) pukul 05.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.

(T.L007/I006)

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017