Bandung (ANTARA News) - Dit Lantas Polda Jabar akan melacak pengendara motor yang nekat masuk Tol Pasteur berkat unggahan foto dan video oleh salahsatu warga melalui akun media sosial Line pada Rabu (26/4) pukul 20.30 WIB.

"Memang kami sudah mendapatkan informasi adanya sepeda motor yang memasuki ruas jalan tol. Kita akan selidiki dan lacak berdasarkan foto dan video," ujar Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jabar AKBP Matrius, saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis.

Matrius mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Jasa Marga untuk mengetahui dari jalur mana pengendara bermotor itu masuk ke tol. Selain itu, petugas akan mencari identitasnya dengan berkoordinasi dengan Polda Jatim, terlebih kendaraan yang digunakan berplat nomor R

"Kita nanti akan meminta data dari sana. Meskipun nomor polisinya dari sana, bisa saja tinggalnya di sini," kata dia.

Sebelumnya, pemilik akun Line bernama Dio menggunggah satu video dan tujuh foto saat pengendara motor tersebut melaju di jalur tol. Dalam video, terlihat seorang pria tengah membonceng seorang perempuan dengan menggunakan sepeda motor berplat nomor R 4135 AR.

Dalam unggahannya, ia menulis:

"Siang tadi, penulis sedang mengendarai mobil dengan santai di tol Pasteur, Bandung. tiba2 penulis dan kawan penulis yang kebetulan duduk disebelah pun kaget dengan adanya motor yang berputar arah DI DALAM JALAN TOL.

Saya dan beberapa pengemudi lain berusaha mengejar pengendara motor ini, saya coba untuk pepet si pengendara motor ini tapi yang ada saya dipepet balik, namanya jg motor mana ada (banyak/mostly) yg mau ngalah bahkan di JALAN TOL yang mana bukan HAKnya.

Sang pengendara motor mulai mengambil jalur kanan yg mana jalur tersebut diperuntukan agar mobil bisa menyalip mobil yg berada di jalur lambat. seperti yg bisa dilihat di video pengendara motor dengan plat nomor R 4135 AR mulai menyalip melalui jalur kanan yang mana sangat berbahaya bagi sang pengendara motor apalagi di jalan tol," tulisnya.

(U.KR-ASP/Y003)

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017