"Membabi-buta" debut Joel Fadly di layar lebar

Jakarta (ANTARA News) - Joel Fadly sutradara yang telah banyak menghasilkan sinema elektronik (sinetron) mulai menggarap karya untuk layar lebar melalui debut filmnya berjudul "Membabi-buta" yang bergenre thriller.

Dalam peluncuran film "Membabi-buta" di Jakarta, Selasa, Joel mengatakan, film yang memulai pengambilan gambar pada pertengahan 2106 tersebut terinspirasi dari kisah nyata dua orang nenek yang hidup di wilayah Banyuwangi Jawa Timur.

"Selain sebagai hiburan kami ingin menyampaikan misi bahwa seseorang yang terlalu banyak mendapat tekanan akhirnya bisa membabi-buta," ujarnya.

Film yang diproduksi rumah produksi SAS Film tersebut bercerita tentang MARIATIN (dibintangi Prisia Nasution, yang menjadi pembantu di rumah 2 bersaudara, Sundari (Ivanka Suwandi) dan Sulasesmi (Lenny Charlotte.

Bersama anaknya, Asti (Aurelia Ramdhani), Mariatin tinggal di rumah majikannya, Mariatin mulai merasakan kejanggalan-kejanggalan dengan dua orang "ndoronya" yang akhirnya mengancam keselamatan jiwanya.

Joel menyatakan, ide cerita film yang rencananya tayang mulai 4 Mei 2017 tersebut berasal dari kejadian nyata almarhum Kim Kematt serta Sarjono Sutrisno, selaku produser eksekutif "Membabi-buta" .

Kim Kematt yang meninggal bebarapa waktu silam akibat penyakit getah bening selama ini dikenal sebagai penulis skenario film maupun novel-novel yang bertema "thriller".

Terkait keterlibatannya dalam "Membabi-buta" aktris Prisia Nasution menyatakan, film tersebut merupakan film bergenre thriller yang ketiga yang diperaninya setelah "Interchange" dan "The Curse" yang juga telah beredar di layar lebar pada bulan-bulan ini.

"Kebetulan penawaran yang datang ceritanya yang berdarah-darah," ujar pemain Srintil dalam film Sang Penari adaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.

Devi Monica dari SAS Film mengungkapkan, "Membabi-buta" membidik pasar penonton film terutama kalangan remaja, karena film-film bergenre horor maupun thriller penggemar terbesarnya dari anak-anak usia sekolah.

"Saat ini kami mendapatkan jatah pemutaran di 35 layar, kami berharap bisa mencapai 60 layar," katanya ketika ditanyakan target jumlah penonton.

(T.S025/N004)

Pewarta: Subagyo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar