New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data resmi menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah Amerika Serikat jatuh untuk pekan keempat berturut-turut.

Persediaan minyak mentah AS turun sebesar 930.000 barel menjadi 527,8 juta barel pekan lalu, menandai penurunan minggu keempat berturut-turut, kata Badan Informasi Energi AS (EIA) dalam laporan mingguannya pada Rabu (3/5).

Di sisi ekonomi, Federal Reserve AS pada Rabu (3/5) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah setelah berakhirnya pertemuan kebijakan dua hari, karena bank sentral menunggu lebih banyak data untuk menilai prospek ekonomi AS.

"Komite melihat perlambatan pertumbuhan selama kuartal pertama yang cenderung bersifat sementara dan terus berharap bahwa, dengan penyesuaian bertahap dalam sikap kebijakan moneter, kegiatan ekonomi akan berkembang pada kecepatan yang moderat," komite pembuat kebijakan The Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 0,16 dolar AS menjadi menetap di 47,82 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli naik 0,33 dolar AS menjadi ditutup pada 50,79 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.


Baca juga: (Harga minyak terus turun)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2017