Lippo mulai bangun Monaco Bay berkonstruksi tahan gempa minimal 7 SR

Manado (ANTARA News) - PT Lippo Karawaci Tbk mulai membangun pondasi kondominium Monaco Bay di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan kontruksi tahan gempa.

"Pondasi Monaco Bay akan segera dipasang, dan menjawab komitmen Lippo Grup dalam membangun Kota Manado dan sekitarnya," kata Direktur Teknik PT Lippo Karawaci Tbk Jowie Manche di Manado, Selasa.

Jowie mengatakan konstruksi yang digunakan tahan gempa, karena mengingat Sulut sering terjadi gempa, dan juga lokasinya dipinggir pantai.

Lippo Karawaci Tbk sebagai satu di antara perusahaan properti terkemuka di Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Pakubumi Semesta untuk dimulai pembangunan pondasi gedung Monaco Bay, setinggi 37 lantai, nantinya gedung tersebut menjadi tertinggi di Sulut.

"Dengan adanya kerja sama ini sebagai langkah dimulainya pembangunan Monaco Bay, yaitu dengan memasang pondasinya," katanya.

Dia menambahkan pemasangan bore piling konstruksi Monaco Bay target bisa selesai selama enam bulan, dengan nilai kontrak kerja sama sekitar Rp40 miliar.

Hal tersebut sebagai komitmen pihaknya menghadirkan suatu integrated development di Manado, yang telah membuktikan diri turut berperan menjadi pintu gerbang ekonomi untuk kawasan Indonesia Timur.

"Kami optimistis dalam dua tahun bisa selesai pembangunannya. Ini komitmen kami dalam memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi setiap pelanggan," ungkapnya.

Keunggulan demografi Manado yang berada di tepi laut merupakan ladang emas karena dapat menjadi tagline Manado sebagai international resort city.

Keberadaan Monaco Bay ini merupakan suatu pemenuhan kebutuhan untuk memfasilitasi Kota Manado dalam mempersiapkan diri menjadi ajang investasi kelas dunia.

Direktur Utama PT Pakubumi Semesta, Agus Budiarto menjelaskan akan memasang pondasi berdiameter 1,2 meter dengan kedalaman 40 meter. Pondasi tersebut sangat kuat untuk sebuah gedung.

"Kalau dihitung tingginya sekitar 13 lantai. Sehingga pemilik apartemen tak perlu khawatir, karena memang gedungnya sangat kokoh," ungkapnya.

Konstruksi tahan gempa yang dibangun ini, minimal bertahan di 7 SR.

Berbekal pengalaman 40 tahun di bidang konstruksi, khususnya pembangunan pondasi bangunan pihaknya akan memasang sebanyak 202 tiang pancang untuk pembangunannya.

Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar