Sabun antiseptik tak disarankan digunakan rutin

Sabun antiseptik tak disarankan digunakan rutin

Ilustrasi sabun (Pixabay.com)

Jakarta (ANTARA News) - Sabun antiseptik memang bisa membantu mengurangi risiko tubuh dari kuman penyebab penyakit. Namun ahli kesehatan tak menyarankan Anda menggunakannya setiap hari. 

"Pakai sabun antiseptik boleh, misalnya sehabis kotor-kotoran. Tetapi untuk digunakan rutin tidak disarankan, karena menyebabkan kulit kering," ujar spesialis kulit dari Bamed Health Care, dr Pandu Pradana, Sp.KK.di Jakarta, Rabu. 

Lebih baik, sambung dia, gunakan sabun berpelembap. Di samping memang pemakaian pelembap tetap penting sehabis mandi, terutama saat kondisi kulit masih agak basah. 

Saat mandi, sebaiknya gunakan air suam-suam kuku ketimbang air relatif panas, karena membuat kulit kering. 

Selain itu, pengaplikasian pelembap setelah berwudhu juga bisa menjadi pilihan untuk mengurangi risiko kulit menjadi kering. 

Saat kulit dalam kondisi lembap maka dia mampu berfungsi maksimal sebagai pelindung sekaligus memiliki kemampuan regenerasi yang baik. 

"Kalau kering, integritas kulit terganggu, memudahkan bahan iritan atau bakteri masuk, sehingga muncullah keluhan pada kulit," pungkas Pandu. 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Dari susu kambing menjadi sabun mandi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar