Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) membangun sejumlah Anjungan Cerdas (AC) pada sejumlah ruas jalan nasional untuk meningkatkan layanan ke pengguna jalan, terutama aspek keselamatan.

"AC ini mirip tempat istirahat seperti di jalan tol hanya saja lebih multi fungsi dan lebih modern. Mirip dengan Michino-Eki di Jepang," kata Kepala BPIW Kementerian PUPR Rido Matari Ichwan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut Rido, sejak akhir 2016, pihaknya telah membangun dua AC yakni di Rambut Siwi, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali dan Bendungan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.

Keduanya menjadi proyek percontohan (inkubasi) pembangunan AC yang dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan perjalanan serta mengurangi kecelakaan lalu lintas pada jalan nasional yang lalu lintasnya semakin meningkat dari waktu ke waktu.

"Trenggalek dipilih untuk lokasi pembangunan AC, karena merupakan salah satu jalur terpanjang di kawasan selatan Jawa mulai dari Yogyakarta-Malang dan Yogyakarta-Surabaya," katanya.

Pembangunan tersebut juga untuk mendorong pengembangan kawasan pesisir selatan Jawa. Sesuai tujuan dan fungsinya kelak, lokasi AC merupakan lokasi yang paling bagus untuk menikmati pemandangan Bendungan Tugu.

Sementara AC Bahari Rambut Siwi berada di ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Denpasar ke Gilimanuk.

"Hingga saat ini keduanya berjalan lancar dan tanpa kendala yang berarti. AC Rambut Siwi progres konstruksinya telah mencapai 50 persen dan AC Bendungan Tugu dengan progres fisik 10 persen. Diitargetkan AC di Bendungan Tugu mencapai 60 persen pada akhir tahun," katanya.

Pembangunan AC Rambut Siwi memiliki progres yang lebih cepat berkat dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat yang proaktif. AC Rambut Siwi dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektar kerja sama Kementerian PUPR dan Pemda, yang konstruksinya dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp67,5 miliar dan ditargetkan selesai pada Mei 2018.

Sedangkan AC Bendungan Tugu berdiri di atas lahan seluas 4,2 hektar dan konstruksinya dikerjakan oleh PT. Istaka Karya Metro Lestari Utama-Pola Kendali Nusantara-Bita Enarcon Engineering KSO, dengan biaya Rp56,8 miliar dan juga ditargetkan selesai pada Mei 2018.

Usulan daerah
Selain kedua AC yang tengah dibangun, Kementerian PUPR juga mendapatkan usulan pembangunan AC dari beberapa daerah seperti, Labuan Bajo, Makale-Tana Toraja, Magelang-Jawa Tengah dan Labuan Kayangan-Lombok.

Rido Matari juga menjelaskan tidak menutup kemungkinan membangun AC di jalan tol apalagi jalan tol yang semakin panjang.

"Membangun AC di jalan tol tentu saja bisa karena memiliki prinsip yang sama, bahkan bisa lebih terukur. Untuk itu, kita akan lihat dulu performance dari dua yang sedang berjalan," kata Rido.

Rido menambahkan bahwa AC akan memiliki banyak fungsi, yakni sebagai tempat istirahat untuk meningkatkan keselamatan pemakai jalan nasional dan diharapkan bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas yang mencapai 30.000 korban jiwa per tahun.

AC dilengkapi dengan berbagai fasilitas, parkir, toilet, rumah makan, tempat beribadah, serta taman. Selain itu, juga diharapkan menjadi gardu pandang pada berbagai infrastruktur PUPR berestetika tinggi dan keindahan lingkungan fisik sekitar yang diharapkan mampu menjadi tempat pariwisata baru.

Tempat istirahat multifungsi ini juga diharapkan menjadi lokasi pengenalan dan pemasaran berbagai produksi dan budaya lokal kepada pengguna jalan nasional. Di sisi lain juga menjadi pusat informasi berbagai produk dan potensi daerah di sekitar lokasi.

"Kami juga tentu saja akan bekerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lokasi sekitar AC," katanya.

Pewarta: Edy Sujatmiko
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2017