Ariana Grande merasa hancur pasca-ledakan Manchester

Ariana Grande merasa hancur pasca-ledakan Manchester

Repro akun resmi Ariana Grande di Twitter pasca-ledakan bom bunuh diri di akhir konsernya di Manchester Arena, Inggris, Senin malam (Selasa WIB, 23/5/2017). (twitter.com)

Hancur dari lubuk hatiku. Saya sangat sedih. Saya tidak dapat berkata-kata."
Los Angeles (ANTARA News) - Bintang pop Ariana Grande merasa dirinya hancur pasca-ledakan bom bunuh diri yang menewaskan dan melukai penggemarnya dalam konser di Manchester, Inggris.

"Hancur dari lubuk hatiku. Saya sangat sedih. Saya tidak dapat berkata-kata," cuit Grande dalam akun Twitter pribadinya. Ini tanggapan pertamanya, lima jam pasca-ledakan di Manchester Arena, Senin malam (Selasa pagi WIB).

Perwakilan manajemen Grande mengatakan bahwa bintang berusia 23 tahun itu dalam keadaan "baik" secara jasmani terkait ledakan di akhir konsernya itu. Pihak berwenang Inggris menganggapnya sebagai serangan teroris.

Dua pejabat Amerika Serikat (AS), yang tidak bersedia disebutkan jatidirinya, kepada Reuters mengatakan bahwa tanda awal menunjukkan pelaku bom bunuh diri sebagai penanggung jawab insiden ledakan.

Grande tampil di Manchester dalam rangka tur konser Eropa guna mempromosikan album terbarunya, "Dangerous Women."

Dia dijadwalkan tampil di arena O2 London pada Kamis (25/5), dan berlanjut ke Belgia, Polandia lalu Jerman beberapa pekan mendatang.

Belum jelas apakah konser-konser tersebut akan mengalami perubahan jadwal menyusul serangan itu. Namun, Grande kemungkinan besar membatalkan konser lanjutan.

Grande, yang membintangi musikal Broadway "13" dan serial televisi Nickelodeon, Victorious sebelum merilis album debut solonya, dikenal mempunyai jangkauan vokal sangat luas untuk ukuran bintang pop.

Dia terkenal melalui lagu berjudul "Problem" dan "Break Free" dari albumnya, "My Everything".

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar