Ariana Grande pulang ke AS menyusul pemboman Manchester

Ariana Grande pulang ke AS menyusul pemboman Manchester

Penyanyi asal Amerika, Ariana Grande, beraksi di atas panggung dalam konser bertajuk The Honeymoon Tour di Jakarta, Rabu (26/8/2015) malam. Ariana menghibur penggemarnya di Indonesia dengan menyanyikan sejumlah single andalannya seperti Bang Bang, Problem, One Last Time. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Manchester (ANTARA News) - Ariana Grande kembali ke Amerika Serikat pada Selasa, satu hari setelah seorang pengebom bunuh diri menewaskan 22 orang saat bintang pop itu sedang menggelar konser di Manchester, Inggris, menurut laporan majalah People.

Ariana berangkat meninggalkan Inggris di tengah dugaan soal apakah ia akan meneruskan rangkaian konsernya di Eropa, lapor Reuters.

Ariana, 23 tahun, dalam foto terlihat tiba di sebuah bandar udara di kota Boca Raton, Florida. Ia ditemui oleh para anggota keluarganya, lapor majalah tersebut.

Penyanyi pop itu belum menampakkan diri di depan umum sejak bom mengguncang pada akhir pertunjukannya di Manchester Arena, yang penuh dengan penonton.

Beberapa dari 22 orang yang tewas dalam serangan itu adalah remaja atau anak perempuan. Ariana sendiri tidak mengalami luka.

Kepolisian Inggris telah mengidentifikasi tersangka pelaku pembunuh massal itu sebagai Salman Abedi. Pria berusia 22 tahun itu lahir di Manchester dari orang tua asal Libya.

Kelompok ISIS menyatakan bertanggung jawab atas tragedi itu, yang disebutnya sebagai pembalasan terhadap para "Tentara Salib," namun tampak ada ketidaksesuaian dalam pernyataannya mengenai operasi tersebut.

Dalam pernyataan yang sejauh ini ia berikan, Ariana mengicau di Twitter lima jam setelah pengeboman untuk menggambarkan betapa perasaannya "remuk" setelah serangan.

"Dari hati saya yang terdalam, saya merasa sangat sangat sedih. saya tak mampu berkata-kata," ujarnya di Twitter.

Di Manchester, Ariana sedang melakukan pertunjukan sebagai bagian dari rangkaian konsernya di Eropa dalam rangka mengenalkan albumnya yang ketiga, "Dangerous Woman."

Ia sebelumnya direncanakan untuk juga tampil di London, Belgia, Polandia, Jerman dan Swiss dalam pekan-pekan mendatang.

Kendati spekulasi bergulir bahwa Ariana akan membatalkan seluruh jadwal konser sisanya, hingga Selasa sore belum ada pengumuman. Manajer Ariana, Scooter Braun, tidak memenuhi permintaan dari Reuters untuk berkomentar.

"Kami berduka atas nyawa anak-anak dan orang-orang terkasih yang direnggut dalam aksi pengecut ini," kata Braun dalam pernyataan yang disebarkannya di Twitter pada Senin petang. "Kami meminta semua pihak untuk dalam hati dan doa mengenang semua yang terkena dampak (serangan)."

Ariana, yang berasal dari Boca Raton, membintangi pertunjukan musik Broadway yang berjudul "13" serta serial Nickelodeon TV "Victorious" sebelum ia mengeluarkan album perdananya, "Yours Truly."

Bintang pop yang dipuji karena memiliki rentang vokal yang luas itu terutama dikenal melalui lagu-lagunya yang berjudul "Problem" dan "Break Free."

(Uu.T008)


Baca juga: (Ariana Grande merasa hancur pasca-ledakan Manchester)

Baca juga: (Konser Ariana Grande, "ledakannya sangat besar")

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Menko Polhukam : ISIS harus tetap diwaspadai

Komentar