Tanggapi #RIPHai, "Hai" tegaskan cuma pindah platform

Tanggapi #RIPHai, "Hai" tegaskan cuma pindah platform

Sampul Majalah Hai edisi cetak terakhir terbitan 1 Juni 2017 yang ada di kantor redaksi media remaja pria tersebut di Jakarta, Senin (5/6/2017). (ANTARA News/Gilang Galiartha)

Cetak itu, simply the room is not enough buat Hai. Jadi kami need more space
Jakarta (ANTARA News) - Tagar #RIPHai sempat viral ketika muncul kabar rencana terbitnya edisi cetak terakhir Majalah Hai, yang lantas kembali viral saat majalah remaja pria ini menerbitkan edisi cetak pamungkasnya pada 1 Juni 2017.

Menanggapi viralnya tagar itu, Didi Kaspi Kasim, yang ditunjuk sebagai Acting Editor in Chief, menegaskan mereka hanya berpindah platform karena menurut mereka media cetak cenderung mengungkung kreativitas generasi milenial yang kini mengampu Hai.

"Sebenarnya tone & manner yang ingin kami bangun itu simple sih Mas, bukan RIP. Sama sekali enggak RIP, karena kami sudah 40 tahun lebih bikin print," kata Didi kepada  ANTARA News di kantornya di Jakarta, Senin pekan ini.

Hai, lanjut Didi, sudah berkiprah semenjak menyasar generasi remaja pria, sebagai pangsa pembaca utamanya, yang masih belum terpapas informasi digital seperti saat ini medio 1970-an, hingga kini saat kebutuhan informasi sudah dikejar kecepatannya hingga hitungan menit.

"Buat kami, duduk di ruang redaksi yang duduk dan bekerja melakukan tugas media yang melayani print itu, apa ya, anak-anak milenial seperti dikungkung," katanya.

Oleh karena itu, Didi menegaskan platform cetak sudah tidak mencukupi kebutuhan Hai untuk memasok berita bagi pembaca mereka, generasi muda, yang hanya bisa dilakukan melalui platform digital dan tak terbatas pada bentuk teks semata.

"Cetak itu, simply the room is not enough buat Hai. Jadi kami need more space," kata Didi.

"Kami butuh, misalnya membuat video saat itu juga dan bisa langsung naik di YouTube. Kemudian kami juga dalam konser tertentu misalnya, ngobrol dan ketemu artis bisa langsung live di Facebook misalnya. Dan itu semua tidak bisa dilakukan di print," ujarnya menambahkan.

Berdasarkan hal-hal itu, Hai yang menerbitkan edisi cetak terakhirnya pada 1 Juni 2017 dengan menampilkan pernyataan tegas "We Need More Space" di sampul depannya, mulai menuangkan konsentrasi penuh untuk mengembangkan bisnis media mereka lewat platform daring pada laman http://hai.grid.co.id.

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar