counter

Remaja dominasi takbiran keliling ruas jalan Jakarta

Remaja dominasi takbiran keliling ruas jalan Jakarta

ilustrasi: Malam Takbiran Di Jakarta Warga melakukan takbiran guna menyambut Hari Raya Idul Fitri 1437 H di jalan KH. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) ()

Jakarta (ANTARA News) - Kelompok-kelompok remaja mendominasi takbiran keliling dengan menggunakan kendaraan bak terbuka dan juga angkutan kota terpantau di ruas-ruas jalan nonprotokol di Jakarta.

Berdasarkan pantauan Antara, Sabtu malam, kelompok-kelompok remaja yang melakukan takbiran kelilih di sejumlah ruas jalan yang masih dalam satu kawasan dengan pemukiman seperti di daerah Pancoran, Mampang, dan Manggarai Jakarta Selatan.

Beberapa kelompok remaja melakukan takbiran keliling menggunakan angkutan kota (angkot) yang dinaiki dengan tidak semestinya. Beberapa orang duduk di atap mobil dan sisanya bergelayut di jendela serta pintu angkot.

Selain angkutan kota, ada pula yang melakukan takbiran keliling menggunakan truk besar. Remaja-remaja laki-laki maupun perempuan duduk di tepian bak mobil truk.

Sementara itu di Jalan Tambak Kecamatan Manggarai sekelompok remaja berhamburan ke tengah jalan raya menghentikan arus lalu lintas.

Sekelompok remaja memaksa kendaraan yang hendak melintas untuk berhenti dengan membakar serenceng petasan dengan daya ledak besar. Beberapa remaja juga sengaja berlarian ke tengah jalan dengan membakar kembang api yang dilesakan ke langit.

Aksi yang dilakukan remaja-remaja tersebut dilakukan di dua arah ruas jalan sehingga lalu lintas sempat terhenti selama beberapa menit di kedua arah.

Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto meminta agar pelaksanaan pawai takbiran keliling tidak dilaksanakan dengan cara yang membahayakan keselamatan.

Dia meminta agar tidak melaksanakan takbiran dengan menggunakan truk dan duduk di atas truk yang bisa membahayakan keselamatan,

Khusus di wilayah Jakarta, Polda Metro Jaya telah melarang untuk melakukan takbiran keliling.

"Kapolda Metro sudah mengimbau agar tidak melakukan pawai keliling, karena dikhawatirkan ada gesekan-gesekan antarkelompok," kata Setyo Wasisto.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar