BPBD Ambon verifikasi data titik bencana

BPBD Ambon verifikasi data titik bencana

ilustrasi: Dampak Gempa Tektoni Ambon Auditorium DPRD Provinsi Maluku yang terletak di kawasan Karang Panjang, Ambon, Maluku, mengalami kerusakan berat akibat gempa tektonik. (ANTARAFOTO/izaac mulyawan/pd/15)

Ambon (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon melakukan verifikasi data titik bencana alam yang terjadi di lima kecamatan periode Mei-Juni 2017.

Kepala BPBD Kota Ambon Enrico Matitaputty, di Ambon, Selasa, mengatakan verifikasi dilakukan tim BPBD setempat untuk melihat langsung lokasi bencana banjir dan tanah longsor yang disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi.

"Data yang dihimpun sejak Mei pada lima kecamatan kurang lebih terdapat 124 titik bencana longsor, serta sebanyak 218 unit rumah terancam bencana tanah longsor," katanya pula.

Usai bencana alam sejak Mei-Juni 2017 sebanyak 124 titik bencana longsor yang tersebar pada lima kecamatan di Ambon, yakni rumah rusak ringan sebanyak 88 unit, sedang 10 unit, dan rusak berat 28 unit, sedangkan talut yang patah atau rusak berat sebanyak enam titik.

Rincian data bencana sepanjang Mei 2017 mengakibatkan dua unit rumah rusak ringan, empat unit rusak sedang dan berat, dan rumah yang terancam sebanyak 61 unit.

Sedangkan pada Juni 2017 rumah yang rusak berat 24 unit, sedang enam unit, dan ringan 88 unit, talut yang rusak berat enam titik, fasilitas umum rusak berat dan ringan masing-masing satu unit.

"Setelah melakukan verifikasi disertai dokumentasi lapangan, kami akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait tugas dan tanggung jawab, serta kami juga akan melaporkan ke BNPB agar dapat diketahui prioritas anggaran rehabilitasi yang menjadi tanggung jawab BNPB dan pemerintah daerah," ujarnya pula.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca guna disampaikan ke masyarakat, sehingga menjadi perhatian bersama.

"Kami terus melaporkan perkembangan curah hujan kepada masyarakat melalui laporan BMKG, agar masyarakat dapat mengetahui dan lebih waspada," kata dia.

Antisipasi bencana, pihaknya terus mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di lereng gunung dan bantaran sungai untuk mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan untuk menghindari banjir dan longsor.

Warga yang tinggal di lereng tebing harus waspada karena curah hujan masih tinggi.

Pihaknya juga berupaya agar setiap dua jam akan menginformasikan ke masyarakat melalui media sosial.

"Kami juga telah menyiapkan nomor pengaduan yang dapat dihubungi, yakni BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Satpol PP Kota Ambon, masyarakat bisa melaporkan melalui SMS atau datang langsung ke posko BPBD Karang Panjang," katanya pula.

(T.KR-PNN/B014)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar