Angka kejahatan Riau naik selama Operasi Ramadniya

Angka kejahatan Riau naik selama Operasi Ramadniya

Ilustrasi - Pos Pengamanan Lebaran (FOTO: ANTARA SUMBAR/Syafril)

Pekanbaru (ANTARA News) - Angka kejahatan di Provinsi Riau memperlihatkan kecenderungan naik selama 14 hari Operasi Ramadniya 2017 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016.

"Perbandingan lima kejahatan menonjol pada 2016 ada 45 dan pada 2017 sebanyak 63 kasus. Meningkat 18 kasus atau 40 persen," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Senin.

Lima kasus menonjol itu di antaranya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), curas dengan senjata api, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan penganiayaan berat (anirat).

Kejahatan yang mengalami kenaikan adalah curat dan curanmor. Untuk curat pada 2016 hanya terjadi delapan kasus, namun pada 2017 meningkat 200 persen atau sebanyak 16 kasus. Sehingga totalnya curat selama 14 hari Ops Ramadniya ada 24 kasus.

Curanmor juga mengalami peningkatan dari 16 pada 2016 menjadi 24 kasus tahun 2017. Jadi meningkat sebanyak delapan kasus atau 50 persen.

Sedangkan tiga kejadian menonjol lainnya mengalami penurunan. Curas dari sembilan menjadi enam, curas senpi dari dua menjadi satu, dan anirat dari 10 menjadi delapan kasus.

Berbeda dengan lima kejahatan itu, secara keseluruhan data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menurut wilayah selama 14 hari justru menunjukkan penutunan meskipun tipis. Jumlah gangguan kamtibmas pada 2016 ada 144 dan tahun 2017 sebanyak 138 kasus atau turun empat persen.

Satuan Wilayah yang banyak terjadi gangguan kamtibmas adalah Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, ada 28 kejadian pada 2017. Namun begitu jumlah ini turun jauh dari 2016 yang mencatat 56 kasus sehingga aecara persentase turun 50 persen.

Terbanyak kedua terdapat pada Polres Kampar yakni 22 kasus dan meningkat dibanding tahun 2016 yang jumlahnya 17. Ketiga terbanyak terjadi gangguan kamtibmas adalah Polres Dumai dengan 19 kasus, meningkat 111 persen dari tahun 2016 yang hanya mengalami sembilan kasus.

Satwil lainnya berdasarkan data hanya tiga lagi selain Pekanbaru yang mengalami penurunan angka gangguan kamtibmas. Ketiganya adalah Polres Bengkalis, Rokan Hilir, dan Pelalawan. Sedangkan satwil lainnya mengalami peningkatan.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar