counter

Jokowi disambut pasukan berkuda hingga tentara Ottoman

Jokowi disambut pasukan berkuda hingga tentara Ottoman

Presiden Jokowi disambut upacara kenegaraan di Istana Presiden Turki, Kamis (6/7/2017). (ANTARA News/Hanni Sofia)

Ini kunjungan pertama kalinya Presiden Jokowi ke Turki."
Ankara (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kenegaraannya ke Turki disambut pasukan berkuda hingga barisan tentara Ottoman di Istana Presiden Turki yang bernama Beyaz Saray.

Beberapa jam sebelum kedatangan Presiden Jokowi ke Beyaz Saray atau lazim disebut juga sebagai White Palace yang berada di pinggiran Kota Ankara, Turki, Kamis, pasukan jajar kehormatan telah disiapkan dengan rapi.

Selain pasukan berseragam biru sebagai pasukan tentara terbaik Turki, Pemerintah Turki juga menurunkan barisan tentara Ottoman untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi.

(Baca juga: Jokowi diisambut upacara kenegaraan di Beyaz Saray)

Kedatangan Presiden Jokowi ke Turki, menurut Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Turki Erdogan pada Juli 2015.

Saat itu Presiden Erdogan juga disambut dengan upacara kenegaraan oleh Pemerintah RI.

"Ini kunjungan pertama kalinya Presiden Jokowi ke Turki," kata Retno.

Presiden Erdogan menyiapkan pasukan berkuda yang menyambut mobil kepresidenan yang membawa Presiden Jokowi masuk ke White Palace.

Setelah disambut oleh pasukan khusus berkuda, Presiden Jokowi disambut jajar kehormatan pasukan tentara terbaik Turki dan di sisi seberangnya adalah pasukan tentara Ottoman lengkap dengan baju zirah dan perlengkapan perang.

Selain itu, regu marching band pun mengiringi kumandang lagu kebangsaan kedua negara sekaligus pemeriksanaan jajar kehormatan.

Presiden Jokowi membawa serta delegasi dari kabinetnya di antaranya Menkopolhukam Wiranto, Menlu Retno LP Marsudi, Mendag Enggartiasto Lukita, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Seskab Pramono Anung.

(Baca juga: Cuaca cerah sambut kedatangan Presiden Jokowi di Ankara)

Pewarta: Hanni Sofia Soepardi
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Presiden kritik terlalu banyaknya peraturan, hambat investasi

Komentar