Saksi ahli GNPF MUI dari ITB yang jadi korban penyerangan belum bisa berkomunikasi

Saksi ahli GNPF MUI dari ITB yang jadi korban penyerangan belum bisa berkomunikasi

Gedung tempat Hermansyah, pakar IT saksi GNPF MUI dirawat di RSPAD. (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Jakarta (ANTARA News) - Pakar telematika Institut Teknologi Bandung, yang menjadi saksi ahli Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) dalam kasus yang menjerat pemimpin FPI Rizieq Shihab, Hermansyah saat ini masih belum bisa berkomunikasi. 


"Sejak tadi malam jam 21.00 WIB rekan Hermansyah berada di RSPAD dalam keadaan stabil. Belum bisa diajak berkomunikasi verbal, tapi sudah bisa merespon panggilan dan sudah bisa membuka kelopak mata," ujar rekan Hermansyah, Teuku Gandawan kepada ANTARA News dalam pesan elektroniknya, Senin. 


Dia mengatakan selang di bagian mulut yang semula terpasang sudah bisa dilepas, sehingga Hermansyah yang kini masih terbaring di ruang ICU sudah bisa makan melalui mulut. 


"Pagi ini malah selang makan sudah dicopot dan sudah bisa makan melalui mulut," tutur dia. 


Hermansyah mengalami luka di leher dan nadi pergelangan tangan akibat penyerangan yang ia alami di Tol Jagorawi KM 6 antara TMII dan Tol JORR, Jakarta Timur, menjelang Minggu (9/7) subuh.


Saat itu dia mengendarai mobilnya dari arah Jakarta untuk pulang ke Depok. Namun ketika melalui KM 6 Tol Jagorawi diserempet oleh mobil lain. 


Dia disuruh menepi yang langsung diserang oleh sekitar lima pelaku, yang salah satu di antaranya menggunakan senjata tajam. Setelah penyerangan pelaku lantas melarikan diri.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Novel Baswedan bantah penyerangan RM dan RB bermotif pribadi

Komentar