Jakarta (ANTARA News) - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu ditutup melemah sebesar 15,66 poin di tengah penantian pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate).

IHSG BEI ditutup turun 15,66 poin atau 0,26 persen menjadi 5.806,69 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 4,10 poin (0,42 persen) menjadi 971,90 poin.

"Penantian pelaku pasar saham terhadap kebijakan Bank Indonesia mengenai kebijakan BI 7-Day Reverse Repo Rate yang akan dilansir pada pekan ini cukup memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG," kata Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya di Jakarta, Rabu.

Di tengah situasi itu, lanjut dia, pelaku pasar saham cenderung mengambil posisi "wait and see" seraya melepas sebagian sahamnya. Diharapkan, Bank Indonesia mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,75 persen.

"Dengan BI 7-day Reverse Repo Rate dipertahankan maka tentunya akan memberikan dampak cukup bagus terhadap pola gerak IHSG," katanya.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa investor asing yang kembali melepas sahamnya menambah sentimen negatif bagi pergerakan IHSG. Dalam data BEI, investor asing mencatatkan jual bersih atau "foreign net sell" sebesar Rp1,611 triliun.

"Investor asing yan masih melakukan aksi lepas saham membuat pola pergerakan IHSG menjadi negatif," katanya.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan pada hari ini sebanyak 281.645 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,438 miliar lembar saham senilai Rp6,777 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 161 saham menurun, dan 126 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 20,95 poin (0,10 persen) ke 20.020,86, indeks Hang Seng menguat 147,22 poin (0,56 persen) ke 26.672,16, dan Straits Times menguat 18,99 poin (0,57 persen) ke posisi 3.325,07.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2017