Bandarlampung (ANTARA News) - Dua orang dosen perguruan tinggi swasta di Lampung mengembangkan aplikasi dan merancang prototipe mesin pencari (search engine) berbasis citra untuk memonitor keberadaan flora dan fauna di Indonesia.

Kepedulian terhadap flora dan fauna di Indonesia membuat dosen Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Wasilah, SKom MT dan Dona Yuliawati, SKom MTI, di Bandarlampung, Kamis, tergerak untuk membuat prototipe mesin pencari berbasis citra.

"Prototipe ini akan menjadi salah satu alat yang digunakan untuk mengetahui kondisi atau status flora dan fauna Indonesia, sehingga pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat concern dan mengambil tindakan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi kepunahan sumber hayati di Indonesia," kata Dona.

Mesin pencari itu, ujarnya, berguna untuk mengetahui kepunahan dan mendeteksi jenis baru flora dan fauna.

"Selama ini pencarian citra masih dikerjakan dengan teknik searching berbasis teks dengan hasil kurang akurasinya. Karena dalam search engine berbasis teks dalam mencari citra yang dicari hanya keyword-nya bukan content atau fiturnya," ujarnya.

Lebih lanjut Dona mengatakan, mereka akan membangun database citra flora dan fauna dengan jumlah tidak kurang dari 10.000, yang diambil dari Internet, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lembaga Biologi Nasional, dan sumber lainnya.

Citra yang digunakan semuanya akan dikonversi dalam format JPEG.

"Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahun, dengan tahun pertama difokuskan searching dengan fitur warna dan tekstur. Sedangkan tahun kedua dengan fitur bentuk dikombinasikan fitur struktur," katanya menjelaskan.

"Kami berharap hasil penelitian ini dapat berkontribusi mengembangkan ilmu pengolahan citra digital yang membantu pengembangan ilmu lingkungan dalam memantau kepunahan spesies tumbuhan dan hewan di Indonesia," ujar Dona.

Penelitian kedua dosen tersebut berhasil memenangkan hibah penelitian produk terapan Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun anggaran 2017.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset Darmajaya Dr RZ Abdul Aziz ST MT memberikan apresiasi kepada para dosen Darmajaya yang aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Darmajaya berhasil memenangkan 22 hibah penelitian dan empat hibah pengabdian kepada masyarakat untuk tahun anggaran 2017. Prestasi ini menunjukkan budaya riset dan community service di Darmajaya terbangun baik," katanya.


(Baca: PSIMed UII kembangkan permainan digital untuk anak autis)

(Baca: KBRI luncurkan aplikasi layanan WNI di Jepang)

Pewarta: Budisantoso Budiman
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2017