Bincang-bincang dengan Anggun tentang para pendatang baru (video)

Bincang-bincang dengan Anggun tentang para pendatang baru (video)

Penyanyi Anggun dalam temu media "Asia's Got Talent Season 2" di Singapura, Kamis (27/7/2017). (ANTARA News/ Arindra Meodia)

...setiap orang mimpinya beda-beda, mimpinya aku belum tentu mimpinya mereka, dan caranya aku juga belum tentu caranya mereka."
Jakarta (ANTARA News) - Penyanyi kelahiran Jakarta Anggun Cipta Sasmi atau lebih dikenal dengan nama Anggun telah malang melintang di industri musik Tanah Air sejak tahun 1980-an. Dia kemudian meninggalkan Indonesia untuk mewujudkan impiannya menjadi artis internasional.

Berhasil menerobos industri musik internasional, Anggun ternyata masih memperhatikan para juniornya di Indonesia. Saat ditanya pendapatnya tentang para pendatang baru, seperti Raisa dan Isyana, Anggun tak ragu untuk memuji keduanya.

"Mereka bagus, mereka talented sekali, cantik lagi, suaranya ada something-nya," ujar Anggun kepada ANTARA News, usai temu media "Asia's Got Talent Season 2" belum lama ini di Singapura.

"Buat aku sebagai penyanyi yang aku cari itu selalu warna suara, bukan melulu tentang teknik karena teknik semua orang bisa belajar. Warna suara itu seperti finger print, jadi itu yang membedakan antara penyanyi lain," sambung dia.

Meski demikian pelantun "Mimpi" itu tidak menyarankan keduanya untuk berkarir di kancah internasional, dan mengikuti cara dirinya untuk hijrah ke luar negeri.

"Enggak juga, tergantung, setiap orang mimpinya beda-beda, mimpinya aku belum tentu mimpinya mereka, dan caranya aku juga belum tentu caranya mereka," kata Anggun.

Lebih lanjut, Anggun menekankan setiap orang harus bisa menghormati proses karir orang lain. Berkarir di Indonesia pun, menurut Anggun bukan hal yang mudah. Dia tahu betul kerja keras seorang penyanyi untuk dapat berhasil di industri musik Indonesia.


"Go Internasional"

Pada tahun 1994, Anggun pindah ke Prancis, dan dia berhasil merekam album internasional pertamanya berjudul "Snow on the Sahara" yang dirilis pada 1997.

Dilihat dari rentang waktunya, perjuangan Anggun untuk "go international" tidak lah mudah. Meski telah populer di Indonesia, dia rela mulai membangun karir internasional "dari bawah."

"Coba-coba kenalan dengan pemain bass pemain gitar. Bikin lagu sama mereka," kenang Anggun.

"Karena pada waktu itu aku pikir nyanyi di Indonesia, terkenal, punya banyak album, sampai sana enggak ada yang kenal, mendingan mulai lagi dari bawah," sambung dia.

Saat ini, menurut Anggun, "go internasional" tidak lagi sama seperti dirinya dulu. Dengan menggunakan teknologi, mengunggah video di YouTube, dapat dikenal oleh banyak orang, seperti Justin Bieber dulu.

"Sekarang bedanya kalau sudah punya materi lagu tinggal di-upload di soundcloud, terus didengar orang, label, tiba-tiba labelnya berminat malah mereka yang telepon," kata Anggun.

"Sekarang sebenarnya tinggal menggunakan teknologi, dan dengan kerja keras dan dengan ide yang bagus bisa membuat kamu dilirik sama orang," lanjut dia.


Album Terbaru

Setelah merilis album berbahasa Inggris pertamanya "Snow on the Sahara", Anggun juga merilis empat album lainnya. Tidak hanya dalam bahasa Inggris, Anggun juga meluncurkan albumnya dalam bahasa Prancis.

Album terakhir Anggun adalah "Echoes" (atau "Echos" dalam bahasa Prancis) yang dirilis pada 2011.

Dalam kesempatan tersebut, Anggun mengungkapkan kabar bahagia bahwa dirinya akan merilis album terbaru berbahasa Inggris yang akan meluncur pada akhir tahun ini.

"Lirik-liriknya enggak melulu tentang aku, tapi lebih tentang sekeliling," ujar Anggun.

"Idenya datang dari macam-macam, dari hidup, dari pengalaman pribadi, dari traveling itu pasti," tambah  dia.



(Baca: David Foster dan Anggun puji Jay Park di Asia's Got Talent)

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Perunggu sambo putri tertahan pada babak repechage

Komentar