Paris (ANTARA News) - Grup otomotif Prancis, PSA, merampungkan akusisi Opel dan Vauxhall secara lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan dan membuat grup itu menjadi produsen mobil terbesar kedua di Eropa setelah Volkswagen.

PSA, pemilik brand Peugeot, Citroen dan DS, pada awal Maret setuju membayar sekitar 1,3 miliar euro atau sekitar Rp20,5 triliun untuk membeli Opel, perusahaan Jerman milik raksasa otomotif Amerika Serikat (AS) General Motors, serta cabangnya di Inggris, Vauxhall.

Awalnya, kontrak tersebut akan dirampungkan pada akhir tahun ini namun dipercepat pada awal Agustus 2017.

"Grup PSA hari ini mengumumkan penutupan akuisisi cabang GM Opel dan Vauxhall," demikian pernyataan perusahaan itu dilansir dari AFP, Selasa.

Opel dan Vauxhall diberi waktu 100 hari untuk membuat rencana strategis guna melanjutkan sinergi sekitar 1,7 miliar euro (sekitar Rp26,8 triliun) per tahun untuk grup baru itu, kata PSA.

Walaupun kendaraan bermerek Opel banyak terlihat di jalanan Jerman, namun produsen mobil berlogo petir dan saudaranya Vauxhall dari Inggris belum membukukan keuntungan sejak 1999.

Berbasis di Ruesselsheim di luar Frankfurt, perusahaan tersebut merupakan produsen mobil terbesar Jerman selama beberapa dekade sebelum masa kejayaannya beralih ke Volkswagen.

Bulan lalu, Uni Eropa menyetujui penggabungan usaha tersebut, dengan mengatakan bahwa pangsa pasar gabungan kedua perusahaan tersebut relatif kecil di semua pasar nasional blok tersebut, dan hanya melebihi 40 persen di Estonia dan Portugal.

Opel dan Vauxhall mempekerjakan sekitar 35.600 pekerja pada 10 pabrik di seluruh Eropa, sekitar setengahnya berada di tiga pabrik di Jerman. Para ahli sepakat bahwa Opel belum menyamai keberhasilan produsen lain seperti Ford atau PSA dalam mengurangi kelebihan kapasitas, demikian AFP.

Penerjemah:
Copyright © ANTARA 2017