Jakarta (ANTARA News) - Tim senam Indonesia membidik dua medali perak pada nomor artistik dalam perlombaan cabang olahraga senam SEA Games 2017 yang akan berlangsung di Kuala Lumpur Malaysia, pada 20-28 Agustus.

"Kami mendapatkan target satu hingga dua medali perak dari Satlak Prima. Tapi, Persatuan Senam Indonesia (Persani) mempunyai target meraih medali emas. Kami berharap medali itu dari nomor artistik," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persani Dian Arifin selepas pengukuhan Kontingen Indonesia di Wisma Kemenpora Jakarta, Rabu.

Sementara pada nomor ritmik, Persani berharap tim Merah-Putih meraih medali perunggu menyusul keterbatasan sarana latihan untuk atlet-atlet pemusatan pelatihan nasional.

"Peluang medali itu ada. Kami berharap atlet dapat tampil masimal dengan semangat dan komunikasi yang baik dengan pelatih dan ofisial," kata Dian.

Tim senam Indonesia terdiri dari enam atlet nomor artistik putra, empat atlet artistik putri, dan tiga atlet ritmik putri yang akan turun dalam SEA Games ke-29 itu.

Indonesia, lanjut Dian, akan mendapatkan persaingan ketat dari tim tuan rumah Malaysia pada nomor artistik putri. Sedangkan pada nomor artistik putra, Vietnam akan menjadi pesaing kuat atlet-atlet Tanah Air.

"Kami melihat peta persaingan itu berdasarkan kejuaraan-kejuaraan seperti ASEAN School dan ASEAN Championship. Atlet-atlet unggulan mereka ikut dalam kejuaraan-kejuaraan itu," ujar Dian.

Kontingen Indonesia yang berkekuatan 755 atlet dan ofisial terdiri dari 534 atlet, 166 ofisial pelatih dan manajer, dan 55 orang perangkat pendukung dari KOI dan Komandan Kontingen. Indonesia akan mengikuti 35 cabang olahraga dari 38 cabang olahraga di Malaysia pada 14-30 Agustus.

Indonesia memberangkatkan kontingen SEA Games dalam lima gelombang keberangkatan yaitu pada 1 Agustus, 9 Agustus, 12 Agustus, 17 Agustus yang merupakan rombongan terbesar, dan 27 Agustus sebagai rombongan terakhir.

Kontingen Indonesia berangkat ke SEA Games 2017 dengan dukungan anggaran Rp30,5 miliar dari APBN 2017, serta Rp11 miliar dari dukungan Satlak Prima. Namun, dua cabang olahraga hoki es dan ski es berangkat ke Malaysia atas biaya mandiri.


Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2017