Tari Topeng Ireng Merapi tampil di Moskow

Tari Topeng Ireng Merapi tampil di Moskow

Dokumen foto Tari Topeng Ireng asal lereng Gunung Merapi. Kesenian olah gerak yang kini termasuk tarian pergaulan nasional itu ikut ditampilkan dalam Festival Indonesia kedua 2017 di Taman Hermitage, Kota Moskow, Rusia, Minggu (6/8/2017). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/P003)

Moskow (ANTARA News) - Tari Topeng Ireng asal lereng Gunung Merapi, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tampil menggoyang acara seni budaya internasional dalam Festival Indonesia 2017 di Hermitage Garden, Kota Moskow, Rusia, Minggu malam (6/8).

Tarian itu dibawakan 16 duta seni pelajar asal Boyolali yang mengandalkan gerakan serasi secara bersamaan sehingga tampak membuat kagum masyarakat Moskow saat mengunjungi panggung pagelaran Festival Indonesia untuk kedua kalinya itu.

Saat bagian akhir, para penari mengajak para penonton di Moskow ke tengah untuk menari mengikut irama sehingga suasana menjadi penuh keakraban.

Pimpinan Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Boyolali, Widodo Munif, mengemukakan bahwa Tari Topeng Ireng termasuk seni pergaulan dari warga lereng Gunung Merapi.

"Kami berharap melalui seni budaya ini Boyolali dapat dikenal di tingkat dunia. Kami sebelumnya juga mengirimkan duta seni pelajar di negara-negara Eropa, Jepang, Tiongkok, Hong Kong," katanya.

Ia menyatakan bahwa misi kesenian Boyolali juga menampilkan Tari Sekar Merapi, Turionggo Seto, Tembaga, Bedayan, Tetayuban, Wanara, selain musik eknik Ellegro Sanaparane di Festival Indonesia 2017.

Chintia Kusuma Dewi, pelajar SMA Negeri 3 Boyolali yang menjadi salah seorang anggota duta seni Boyolali 2017, mengatakan bangga bisa mewakili daerahnya dan Indonesia tampil di ajang internasional di Rusia.

"Saya bangga bisa memperkenalkan budaya Boyolali, Jateng, ke kancah internasional, dan ini pengalaman berharga," kata siswi di kelas 12 itu.

(Baca: Boyolali libatkan Krakatau Reunion promosi di Moskow)

(Baca: Masyarakat Rusia antusias lihat kebudayaan Indonesia)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar