Kadin: pagelaran "SGE" bangkitkan produk dalam negeri

Kadin: pagelaran "SGE" bangkitkan produk dalam negeri

Kadin Indonesia (ANTARA FOTO/Septiadna Perdana)

Surabaya (ANTARA News) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya, Jamhadi mengatakan pelaksanaan "Surabaya Great Expo" (SGE) yang akan digelar 30 Agustus hingga 3 September 2017 akan membangkitkan produk dalam negeri, khususnya produk UKM.

"Oleh karena itu, SGE 2017 harus didukung oleh semua pihak karena sudah searah dengan posisi Kota Surabaya yang menjadi pusat kota jasa dan perdagangan," kata Jamhadi di Surabaya, Jatim, Kamis.

Jamhadi mengatakan, dalam ajang tahunan itu pengunjung bisa melihat pameran industri, perdagangan, investasi, pariwisata, perbankan, dan produk unggulan UKM Kota Pahlawan.

"Kadin Surabaya mengapresiasi kegiatan ini, dan mendukung penuh karena bisa mengenalkan produk UKM kepada pembeli," tuturnya.

Namun demikian, Jamhadi berharap untuk acara serupa tahun depan bisa ditingkatkan dengan menggelar acara yang lebih panjang waktunya denga tema yang berbeda-beda.

"Kalau bisa kegiatan ini tahun depan lebih panjang, mungkin sebulan atau dua bulan dengan tema yang berbeda-beda, hal ini untuk mendorong potensi produk dalam negeri," ucapnya.

Sebelumnya, kata Jamhadi, SGE diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya, namun pada 2017 SGE digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara tersebut, kata dia, juga sesuai dengan komposisi produk domestik regional bruto (PDRB), di mana sektor jasa, perdagangan, hotel dan restoran serta MICE (meeting, incentive, conferencing, exhibitions) menyokong lebih dari 46 persen terhadap PDRB Kota Surabaya.

Pada acara yang akan dipusatkan di Atrium dan Multifunction Grand City Mall Surabaya itu akan disiapkan 118 stan dengan rincian 68 stan berada di lobby, dan 50 stan di lantai 2 dengan target 27.000 pengunjung.

"Kadin yang ikut serta dalam acara itu juga akan menampilkan produk unggulan seperti pakaian atau fesyen, kerajinan tangan, kopi dan teh," ujarnya.

(T.A067/C004)

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Menristek: Industri berbasis pertanian harus direvitalisasi

Komentar