counter

China dan Rusia kecam keras uji nuklir Korea Utara

China dan Rusia kecam keras uji nuklir Korea Utara

Seorang pria memperhatikan siaran berita TV mengenai uji nuklir Korea Utara di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan, Minggu (3/9/2017). (Han Jong-Chan/Yonhap/via REUTERS/djo/17)

Beijing (ANTARA News) - China dan Rusia mengutuk keras uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara pada Minggu (3/9).

China, sekutu diplomatik utama dan penopang ekonomi Korea Utara, menyebut Pyongyang mengabaikan kecaman internasional terhadap program senjata atom mereka.

Korea Utara "telah mengabaikan tentangan luas masyarakat internasional dengan kembali melancarkan uji coba nuklir. Pemerintah China menyampaikan oposisi tegas dan kecaman keras terhadap ini," kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataan di laman resmi mereka.

"Kami sangat mendesak DPRK (Korea Utara) menghadapi kehendak kuat denuklirisasi dari masyarakat internasional, dengan sungguh-sungguh mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, berhenti melakukan tindakan salah yang dapat memperburuk situasi dan tidak sejalan dengan kepentingan mereka sendiri, dan secara efektif kemali ke jalur pemecahan masalah melalui dialog."

Uji coba nuklir Korea Utara dilakukan beberapa jam sebelum Presiden Xi Jinping dijadwalkan membuka pertemuan puncak negara-negara BRIC di China selatan.

Namun pemimpin China itu memilih tidak menyebut masalah Korea Utara saat berpidato 40 menit lebih dalam pertemuan pemimpin Rusia, India, Afrika Selatan dan Brasil tersebut menurut siaran kantor berita AFP.

Rusia juga mengecam tindakan Korea Utara dan mendesak masyarakat internasional untuk tetap tenang.

"Pengabaian demonstratif Pyongyang terhadap ketentuan resolusi terkait dari Dewan Keamanan PBB dan norma hukum internasional ini patut mendapat kecaman keras" menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Dalam kondisi yang sedang berlangsung, penting untuk tetap tenang dan menahan diri dari setiap tindakan yang dapat memicu eskalasi ketegangan lebih lanjut," kata kementerian itu dalam pernyataan yang dikutip kantor berita AFP.(kn)


Sempat mendominasi, Lifter Deni gagal raih medali

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar