Enam jamaah haji Embarkasi Banjarmasin wafat di Makkah

Enam jamaah haji Embarkasi Banjarmasin wafat di Makkah

Jemaah Haji Laksanakan Tawaf Jemaah haji sedang tawaf di Baitullah. (kemenag.go.id/foto: mkd) ()

Banjarmasin (ANTARA News) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan menyebutkan sudah enam jamaah haji asal Embarkasi Banjarmasin yang wafat di tanah suci Makkah terhitung hingga 2 September 2017 ini.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H Noor Fahmi, di Banjarmasin, Senin, data terbaru yang tercatat pada Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Makkah, setelah dua jamaah haji wafat sebelum Wukuf di Arafah, kembali dilaporkan ada empat orang wafat.

"Jadi yang terbaru ini setelah ibadah Wukuf di Arafah ada dua jamaah asal Kalimantan Selatan dan dua jamaah dari Kalimantan Tengah yang wafat, sebelumnya kan ada dua jamaah Kalsel yang wafat, hingga jumlahnya enam orang," terangnya.

Menurut dia, jamaah asal Kalsel yang wafat bernama Mahmudin Jamberi Hasan Baseri (62) warga Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) saat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mina, 1 September 2017, di Makkah, karena gangguan jantung.

Yang kedua, lanjut Noor Fahmi, adalah Suharto Samidin Sonorejo (75) jamaah haji asal Tanah Laut, juga wafat saat dirawat di KKHI Mina pada 2 September 2017, wafat karena penyakit pernafasan atau respiratory diseases.

"Sebelumnya jamaah haji Kalsel yang wafat Surita Hartini Maserun (49) dan Thanthatawi Dardjad Hasbullah (73), keduanya berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)," ujarnya.

Sedangkan, ungkap Noor Fahmi, jamaah haji asal Kalteng yang wafat itu adalah Wahidah Antung Sidik (77) dari Barito Selatan pada 31 Agustus 2017 di KKHI Arafah karena gangguan pernafasan, yang kedua Muslimah Zarkoni Asrof (57) dari Katingan, Kalteng pada 1 September 2017 di KKHI Mina karena gangguan pernafasan.

Dikatakan dia, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jamaah haji setelah ibadah Wukuf di Arafah ini, sebab dikabarkan ada beberapa yang mengalami gangguan kesehatan perlu ditangani serius.

"Kita harap tidak ada tambah jamaah haji asal daerah kita lagi yang wafat, demikian juga semua jamaah haji Indonesia disehatkan hingga pulang membawa haji mabrur ke tanah air," ujarnya.

Noor Fahmi mengatakan, dijadwalkan Kloter pertama Embarkasi Banjarmasin akan pulang ke tanah air pada tanggal 8 September 2017 dari Jeddah, hingga sampai pada 9 September 2017 di bandara Syamsuddin Noor Kalsel.

"Kita sudah mempersiapkan sambutan kedatangan para jamaah haji Kloter pertama ini hingga seterusnya di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin," pungkasnya.

Pewarta: Sukarli
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Kemenag usulkan biaya haji 2020 Rp35 juta ke DPR

Komentar