Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mendukung penuh pencarian bibit atlet melalui Liga Santri Nusantara (LSN) yang digelar asosiasi pondok pesantren atau Rabithan Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU).

"Santri tanggung jawab kita untuk kegiatan olahraga, kita fasilitasi bantuan secara bertahap," kata Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora RI Bayu Rahadian saat menghadiri pembukaan LSN 2017 di Jakarta, Senin.

Bayu berharap LSN 2017 memunculkan bibit baru agar masuk skuad Tim Nasional (Timnas) Garuda Muda Usia 19.

Seperti salah satu punggawa Timnas Sepakbola Indonesia U-19 Muhammad Rivki yang merupakan jebolan dan pemain terbaik Liga Santri Nusantara 2016.

Bayu menambahkan bentuk dukungan pemerintah terhadap LSN, yakni mengawasi dan mengevaluasi kegiatan liga santri, serta memberikan bimbingan teknis pelaksanaan.

Bayu menuturkan Kemenpora RI juga bersama tim teknis menurunkan pemandu bakat khusus untuk memantau santri yang berpotensi masuk timnas.

Ketua Pimpinan Pusat RMI NU Abdul Ghaffar Rozin menjelaskan LSN 2017 merupakan kegiatan ketiga kali digelar Kemenpora RI yang saat ini RMI NU ditunjuk sebagai operator pelaksanaan ligas santri.

Rozin menyebutkan LSN digelar secara serentak per region dari Agustus-Oktober yang terdiri dari 32 region tersebar pada 34 provinsi.

Rozin menyatakan setiap tim pemenang per region akan tampil pada Liga Santri Nusantara tingkat nasional yang akan dihelat di Bandung Jawa Barat pada 20-29 Oktober 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

Rozin optimistis salah satu santri dari 1.048 pondok pesantren se-Indonesia akan memberikan kontribusi kepada Timnas Garuda Muda.

Rozin mengungkapkan tim santri Indonesia pernah bertanding dengan sejumlah klub sepakbola di Malaysia kemudian meraih juara.

(T014/M026)

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017