139 anak berebut perhatian para legenda bulu tangkis

139 anak berebut perhatian para legenda bulu tangkis

Tahap final audisi umum PB Djarum di GOR Djarum, Jati, Kudus dimulai Jumat (8/9) ini. Sebanyak 139 pebulutangkis muda bersaing merebut perhatian tim juri. (ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa)

Mengenai bakat, sudah menjadi perhatian kami sejak awal. Namun yang terpenting adalah semangat dan mentalitas juara. Kombinasi inilah yang kami cari
Kudus (ANTARA News) - Sebanyak 139 pebulutangkis muda akan bersaing menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan para legenda bulu tangkis yang juga menjadi tim juri audisi umun beasiswa PB Djarum. 

Ke-139 peserta ini merupakan finalis dari delapan kota lokasi penyelenggaraan audisi, yakni Pekanbaru, Banjarmasin, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya dan Kudus. 

Ketua tim pencari bakat PB Djarum, Christian Hadinata berharap mereka bisa bertarung mengeluarkan seluruh kemampuannya sehingga bisa mencuri perhatian tim juri. 

"Mengenai bakat, sudah menjadi perhatian kami sejak awal. Namun yang terpenting adalah semangat dan mentalitas juara. Kombinasi inilah yang kami cari," ujar Christian di Kudus, Kamis (7/9). 

Sementara itu, salah satu finalis dari Kudus, Alfonsus William mengaku agak dilanda was-was. Namun dia berjanji akan percaya diri dan bermain semaksimal mungkin pada kesempatan terakhirnya itu. 

Sang ayah, Wardi mengaku tak ingin berharap jauh kali ini. Pencapaian putranya pada audisi kali ini merupakan yang terbaik. Pada audisi di Surabaya, Alfonsus hanya lolos ke babak 16 besar. 

"Wah saya enggak berani terlalu optimis. Takut kecewa," kata dia. 

Di hari pertama tahap final ini, ke-139 finalis mendapatkan kesempatan dua kali bertanding untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan para pelatih PB Djarum. 

Penampilan mereka di dua pertandingan ini akan menjadi pertimbangan apakah mereka berhak untuk bertanding di hari selanjutnya. 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Pasca menang, Ruselli bersiap hadapi pemain nomor delapan dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar