counter

35 pelabuhan penyeberangan akan dibangun di Sultra

35 pelabuhan penyeberangan akan dibangun di Sultra

Pelabuhan penyeberangan. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Kendari (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan ada 35 pelabuhan penyebrangan yang akan di bangun guna menyatuhkan sejumlah pulau yang ada di daerah ini.

Kepala Dinas Perhubungan Sultra Hado Hasina di Kendari, Sabtu, mengatakan pembangunan 35 pelabuhan penyebrangan itu telah masuk dalam master plan Kementrian Perhubungan dan akan segera dibangun.

Dikatakannya, saat ini sudah ada 18 pelabuhan penyebrangan yang telah dibangun untuk menyatuhkan sejumlah pulau - pulau yang ada di Sulawesi Tenggara.

"Ada tiga puluh lima lokasi pelabuhan penyeberangan yang menurut master plan Kementrian Perhubungan RI harus segera dibangun dan saat ini baru delapan belas pelabuhan yang sudah terbangun," ujar Hado Hasina.

Untuk itu, kata mantan Kadis PU Kabupaten Buton Utara itu, dalam melakukan pembangunan dan pengembangan kawasan pelabuhan pemerintah daerah akan melibatkan masyarakat setempat guna memberikan dukungannya dengan bersama melakukan pengembangan kawasan komersil berbasis masyarakat di seluruh pelabuhan yang ada didaerah ini.

"Dalam melakukan pengembangan kawasan pelabuhan kami juga akan melibatkan masyarakat dalam memberikan dukungannya untuk bersama dalam melakukan pengembangan kawasan komersil berbasis masyarakat," tuturnya.

Menurut Hado Hasina khusus untuk Kabupaten Wakatobi yang merupakan salah satu kawasan strategis pariwiasata nasional akan mendapat kucurun dana miliaran rupiah dari Kementrian Perhubungan untuk membangun sarana dan prasarana pelabuhan penyebrangan di empat pulau yang meliputi Wanci, Kaledupe, Tomia dan Binongko.

Lebih Hado memgatakan pada empat pulau di Kabupaten Wakatobi itu juga akan di bangun terminal yang terintegrasi antara lokasi wisata serta angkutan penumpang (orang) dan barang.

Tunggakan pajak randis Pemkot Kendari capai Rp2 miliar

Pewarta: Azis Senong
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar