Peluang kerjasama Indonesia-Inggris bidang penerbangan

Peluang kerjasama Indonesia-Inggris bidang penerbangan

Arsip: Sejumlah pesawat milik maskapai Garuda Indonesia (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) ()

London (ANTARA News) - Utusan Khusus Pemerintah Inggris Bidang Perdagangan untuk Kawasan Asia. Richard Graham MP menyampaikan peluang kerja sama Indonesia dan Inggris masih sangat luas meliputi berbagai sektor antara lain penerbangan (aviation), pertahanan, siber, pendidikan, maritim dan smart city.

Hal itu disapaikan Richard Graham MP dalam sambutannya pada Indonesia Briefing diadakan KBRI London, bekerjasama dengan kantor perwakilan Bank Indonesia di London, Atase Perdagangan, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) di gedung KBRI London. Selasa.

Minister Counsellor KBRI London, Thomas Siregar kepada Antara London, Rabu mengatakan acara
Indonesia Briefing diadakan untuk pertama di London adalah forum untuk memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi ekonomi, politik, sosial dan budaya, serta berbagai peluang investasi dan perdagangan kepada stakeholder di Inggris.

Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Dr. Rizal Sukma menyampaikan Indonesia dengan credential sebagai negara demokrasi terbesar di dunia yang juga merupakan anggota G20, memiliki berbagai potensi yang belum mendapat perhatian dari kalangan bisnis di Eropa khususnya Inggris.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. Dr. Yohana Yembise, dalam keynote speech menyapaikan peran perempuan Indonesia sebagai bagian penting pada proses pengambilan keputusan dalam pembangunan di Indonesia. Perempuan juga memainkan peran penting dalam ekonomi, ujarnya.

Diskusi panel Indonesia Briefing dipandu pakar dan pemerhati di bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya dibagi ke dalam tiga sesi yaitu update mengenai stabilitas politik dan makro ekonomi menampilkan Direktur Eksekutif Departemen Internasional Bank Indonesia Dr. Aida Budiman, Dubes Sondang Anggraini, Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia untuk WTO di Jenewa, Rainier Haryanto dari Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas, Hiramsyah Thaib dari Kementerian Pariwisata dan Karim Raslan dari KRA Group Consulting,

Sementara itu, mewakili Kementerian Luar Negeri, Dr. Siswo Pramono, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar menyampaikan kebijakan luar negeri Indonesia baik di regional maupun global.

Pada sesi penutup, dibahas pemberdayaan perempuan Indonesia khususnya dalam politik dan pembangunan oleh Ibu Hana A. Satriyo, dari Asia Foundation, sedangkan di bisnis oleh Ibu Helianti Hilman, pendiri Javara Culinary dan peningkatan akses perempuan di sektor keuangan disampaikan Peter Jacobs mewakili Bank Indonesia.

Antusiasme peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan usaha Inggris sangat luar biasa terlihat dari jumlah peserta mencapai 120 orang. Melihat animo positif penyelenggaraan Indonesia Briefing sebagai sarana updating berbagai stakeholder di Inggris, akan menjadi program prioritas tahunan KBRI London di masa mendatang.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Garuda kembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar