counter

Indonesia Re sudah salurkan Rp 8 Miliar untuk UMKM

Jakarta (Antara) -- BUMN reasuransi, Indonesia Re, hingga Agustus 2017 sudah menyalurkan Rp 8 miliar dari anggaran Rp 19 miliar untuk membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) 2017.

PKBL & CSR Group Head Indonesia Re Fredi Aries Setiawan saat ditemui di sela-sela Pameran IBDExpo 2017, Jakarta  Convention Center (JCC), Jumat (22/9), mengatakan, kegiatan PKBL adalah bagian dari upaya membantu pemberdayaan dan kemandirian UMKM di seluruh Indonesia. "Program PKBL Indonesia Re ini difokuskan pada sektor IKM Logam, peternakan, perikanan, dan pertanian," katanya.

Freddy, lebih lanjut, mengatakan, dalam membina berbagai mitra binaan melalui program PKBL, Indonesia Re memberikan bantuan berupa permodalan dan pemasaran.

"Bantuan kami berikan kepada cluster mitra binaan yang berisi 10 UMKM. Per klaster kami berikan bantuan Rp 500 juta sehingga masing-masing UMKM mendapatkan bantuan Rp 50 juta. Namun ada juga yang mendapatkan bantuan hingga Rp 1 miliar karena anggota klasternya mencapai 15 UMKM," katanya

Selain memberikan bantuan permodalan, Indonesia Re juga membantu pemasaran UMKM seperti mengikutsertakan mitra binaan ke acara pameran berskala nasional. Dalam waktu dekat ini, Indonesia Re juga akan membawa mitra binaan untuk berpartisipasi di ajang Inacraft 2017 mendatang. "Mitra binaan akan mendapatkan pelatihan, pengembangan usaha, dan, tak kalah penting, pembentukan koperasi sebagai wadah jual-beli hasil usaha mereka," katanya.

Untuk mendukung upaya pemberdayaan UMKM melalui sinergi BUMN, Indonesia Re telah pun bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam menggelar PKBL di berbagai daerah di Tanah Air. "Karena kami tidak memiliki kantor cabang, kerja sama dengan PNM memungkinkan kami mendapatkan mitra binaan yang tepat dari seluruh pelosok Indonesia," kata Fredi.

Setelah sukses menyelenggarakan PKBL di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada 2016, kini Indonesia Re merambah Provinsi Jawa Timur, Riau, Sumatera Barat, dan Bali.
 
Fredi berharap program PKBL ini menyentuh lebih banyak UMKM dari berbagai pelosok daerah mengingat sumbangsih UMKM yang tidak kecil terhadap pengembangan ekonomi nasional namun potensinya masih belum tergali karena keterbatasan dana dan kemampuan.

"Harapan kami tentu para mitra binaan kami tak hanya dapat mandiri dalam usahanya, tapi juga dapat menyokong perekonomian di daerahnya masing-masing," katanya

Selain mitra binaan, keterlibatan Indonesia Re dalam pameran IBD Expo 2017 ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejumlah produk dan anak usaha.

"Di ajang ini ada dua anak usaha Indonesia Re yaitu asuransi Asei dan Reindo Syariah. Keduanya berhubungan langsung dengn end user," katanya.

Melalui pameran ini, para pengunjung yang mampir ke stand Indonesia Re bisa mendapatkan informasi mengenai perusahaan reasuransi nasional. "Ajang ini memungkinkan kami berinteraksi langsung dengan masyarakat, membantu kami mensosialisasikan peran reasuransi yang sepenuhnya bersifat B2B," pungkas Fredi.

Pewarta: Ali Imron Hamid
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar