Kampung "homestay" Borobudur resmi diluncurkan

Kampung "homestay" Borobudur resmi diluncurkan

Dokumentasi Sejumlah warga menikmati suasana sore di pendopo Balkondes (Balai Ekonomi Desa) Wanurejo kawasan Kampoeng BNI Wisata Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/6/2017). Pembangunan Balkondes Wanurejo oleh Bank BNI merupakan program BUMN Hadir Untuk Negeri yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui pemberdayaan potensi wisata seperti budaya, kesenian, alam, dan kuliner di sekitar candi Borobudur. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Magelang (ANTARA News) - Kampung Homestay Borobudur di Dusun Ngaran II, Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, resmi diluncurkan untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin saat peresmian di Magelang, Sabtu, mengatakan peresmian Kampung Homestay Borobudur ini merupakan salah satu wujud pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.

Kampung "homestay" di Dusun Ngaran II, Desa Borobudur di selatan Candi Borobudur terdapat 25 homestay dengan 75 kamar milik masyarakat setempat.

"Namun, masyarakat juga harus sadar akan kehadiran para wisatawan asing yang menjadi target juga menjadi bagian akulturasi budaya dunia. Untuk itu kita juga harus bisa mem-filter kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan budaya kita," katanya.

Zaenal mengatakan banyak turis yang mengenakan pakaian kurang sempurna, maka masyarakat harus bisa memahami bahwa hal itu budaya mereka.

Ia menuturkan perkembangan Borobudur luar biasa dan perlu terus sinergi seluruh pihak. Terima kasih sejumlah BUMN sudah mengalokasikan dana sosialnya untuk pengembangan balai ekonomi desa (balkondes) yang nantinya akan dimanfaatkan oleh desa.

"Saya berharap desa segera bisa mempersiapkan diri untuk mengelolanya, untuk kepentingan masyarakat. Inilah yang diharapkan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat," katanya.

Zaenal mengatakan pembangunan homestay itu betul-betul bisa dirasakan masyarakat dan diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia meminta Kepala Desa Borobudur bisa mengamankan semua potensi yang ada di Desa Borobudur. Lahan harus dipelihara, jangan sampai nanti masyarakat hanya sebagai penonton di kampung sendiri.

Ketua Panitia Peresmian kampung Homestay Borobudur, Muslich mengatakan Kampung Homestay Borobudur merupakan perwujudan sumbangan masyarakat yang bermukim di sekitar Candi Borobudur dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan pengembangan Borobudur sebagai destinasi tujuan wisata yang saat ini perkembangannya begitu cepat.

"Kampung Homestay Borobudur hadir dan menjawab kebutuhan minat wisatawan pada saat ini. Kampung Homestay Borobudur telah bersinergi dengan berbagai komunitas, antara lain mobil VW, sepeda ontel, andong, out bond, rafting yang semua itu untuk menyediakan jasa pelayanan bagi pengunjung grup maupun keluarga," katanya.

Ia menyebutkan harga sewa homestay bervariasi dari Rp75.000 hingga Rp600 ribu per kamar, kalau wisatawan ingin sewa per unit rumah dengan harga Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per rumah.

"Perbedaan harga sewa tergantung dari fasilitas yang tersedia, di homestay kami sudah ada fasilitas AC, air panas untuk harga yang lebih mahal, sedangkan dengan fasilitas fan dan televisi harganya cukup murah sekitar Rp300 ribu sudah mendapatkan dua kamar plus minum teh, kopi dan makanan kecil, katanya.

Ia mengatakan bersamaan persemian Kampung Homestay Borobudur ini juga diluncurkan website www.kampunghomestayborobudur.com untuk mempermudah akses masyarakat dalam melakukan pemesanan.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar